Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 5 No. 3 Nopember 2021 – e. ISSN: 2550-0821 Dosen Indonesia Semesta (DIS)-DPD Jatim 119 APLIKASI TEKNOLOGI Diseminasi Mesin Teknologi Multifungsi untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Jagung dan Limbahnya 1 Darmawan Risal 2 Nurul Mukhlishah 3 Rahmawati 1 Prodi Kehutanan, 2 Prodi Teknik Pertanian, 3 Prodi Farmasi Univ. Indonesia Timur, Jl. Rappocini Raya 171, Makassar, 8056072 E-mail: darmawanrisal09@gmail.com Abstrak — Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memecahkan masalah pasca panen jagung yang dihadapi oleh kelompok mitra. Ketergantungannya terhadap pedagang yang memberikan pinjaman dalam bentuk sarana produksi pertanian membuat pendapatan petani rendah. Pemberian mesin teknologi multifungsi, sosialisasi, demonstrasi dan pelatihan diharapkan dapat mengatasi permasalahan ini. Pengolahan data menggunakan pendekatan Skala Likert Summated Rating Scale (LSRS) dengan menggunakan angka 1-5 dari kategori sangat kurang hingga sangat mengetahui. Kemampuan petani dalam menggunakan mesin pascapanen jagung dapat dikategorikan sudah paham. Keseluruhan anggota kelompok tani memahami dan mampu mengoperasikan mesin pemipil jagung milik pedagang, namun pada saat pengoperasian mesin multifungsi hanya sebagian petani mitra yang mampu dan paham terkait pengoperasian mesin tersebut. Demonstrasi dilaksanakan dengan melibatkan mitra baik dalam persiapan, pengoperasian hingga tahap hasil produksi. Pada akhir demonstrasi pengoperasian mesin, hampir setiap petani sudah memahami fungsi penggunaan mesin. Pengetahuan petani mengenai pembuatan pakan ternak dari tongkol jagung meningkat menjadi sangat mengetahui. Mesin multifungsi menjadikan petani tidak bergantung pada pedagang dan dapat menambah pendapatannya dari hasil produksi jagung mereka. Keuntungan yang mereka peroleh nantinya dapat digunakan sebagai modal untuk memenuhi sarana produksi budidaya jagung. Teknologi mesin telah membawa perubahan terhadap aktivitas petani dan perubahan sosial dengan mengubah kehidupan petani dari segi ekonomi, mempermudah pekerjaan petani dalam memipil dan memecah jagung. Kata Kunci — Teknologi, mesin multifungsi, jagung, pasca panen. Abstract - Community service programs are implemented to solve problems after corn is harvested, this problem is faced by partner groups. The dependence of partners on traders who provide loans in the form of agricultural production facilities, makes farmers' incomes low. The provision of multifunctional machine technology, socialization, demonstration, and training is expected to be able to overcome the problems. Data processing using the Likert Summated Rating Scale (LSRS) with numbers 1-5 from the very poor to very knowing category. The ability of farmers to use machines after harvesting corn is categorized as understanding. All members of the farmer group understand and are able to operate the corn sheller machine owned by the traders, but at the time of operating the multifunction machine only some farmers are able and understand the operation of the machine. Demonstrations involve partners in the preparation, operation and production of multifunctional machines. By the end of the machine demonstration, almost every farmer has understood the function of each machine. The knowledge of farmers about making animal feed from corn cobs has increased to very knowledgeable. With the existence of multifunctional machines, it is hoped that farmers will not depend on traders and can increase their income from their corn products. The profits that farmers get are expected to be used as capital to fulfill production inputs for corn cultivation. Machine technology brings changes in farmers' activities and social changes by changing lives from an economic perspective, making it easier for farmers to peel and break corn. Keywords — Technology, multifunction machine, corn, post harvest. 1. PENDAHULUAN Jagung (Zea mays L) adalah salah satu komodi pertanian yang sangat diminati oleh petani untuk dibudidayakan. Selain sebagain bahan pangan, jagung berperan penting dalam pembangunan nasional [1]. Manfaat dan kandungan vitamin yang dimilikinya serta pemanfaatan lain di bidang industri pakan, menjadikan permintaan terhadap jagung semakin meningkat. Hanya saja, permintaan kebutuhan jagung saat ini tidak berbanding lurus dengan produktivitas yang ada di lapangan. Produktiktivitas jagung nasional sejak tahun 2015