104 J. Vis. Art & Design, Vo l. 9, No . 2, 2017, 104-122
Received March 9
th
, 2016, Accepted for publication December 28
th
, 2016.
Copyright © 2017 Published by ITB Journal Publisher, ISSN: 2337-5795, DOI: 10.5614/j.vad.2017.9.2.4
Translasi Pencak Silat Kedalam Film Animasi
(Studi Kasus Film Kung Fu Panda)
Riyo Ramadhan, Hafiz Aziz Ahmad & Alvanov Z. Mansoor
Program Studi Magister Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain
Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10, Bandung 40132, Indonesia
Email: onriyon@gmail.com
Abstrak. Sebagai tradisi yang telah membudaya dari sejak zaman dahulu kala,
pencak silat lahir sebagai benteng kekuatan pertahanan diri sekaligus menjadi
seni yang memperkaya khazanah kebudayaan bangsa Indonesia. Namun, kuatnya
terpaan kebudayaan seni bela diri impor yang masuk (karate, kung fu, tae kwon
do, muay thai, capoeira, dll), yang selalu didukung dengan berbagai kemasan
media entertainment modern, membuat silat menjadi kalah populer bahkan di
mata dan persepsi masyarakat Indonesia sendiri. Hal ini mengakibatkan para
generasi muda memandang seni bela diri impor menjadi lebih superior
ketimbang pencak silat. Jika hal ini terus berlangsung tanpa ada usaha untuk
mengembangkan pencak silat melalui media modern, maka akan sangat sulit
untuk mempertahankan dan mengembangkan tradisi ini di masa depan. Tujuan
dari makalah ini ialah untuk membuktikan dan menggali potensi animasi sebagai
media alternatif yang efektif untuk memvisualisasikan adegan dan cerita
bertemakan pencak silat. Adapun studi kasus yang menjadi acuan dalam
penelitian ialah film animasi “Kung Fu Panda”. Penelitian ini mengkaji studi
kasus dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, lalu dianalisis dengan
pendekatan analisis deskriptif untuk mengkaji dan mengidentifikasi pemasalahan
dan solusi. Pembahasan dari makalah lebih ditekankan pada kekuatan
penyampaikan cerita melalui gambar (visual storytelling) yang efektif terkait
dengan pencak silat. Hasil dari penelitian ialah cara penyampaian pesan yang
efektif mengenai elemen dan esensi pencak silat sebagai bentuk translasinya
kedalam film animasi. Pesan tersebut dapat disampaikan dengan menggunakan
aspek narasi, gesture, dan simbol yang diakomodasi dengan aspek visual
storytelling.
Kata kunci: Budaya Indonesia; film animasi; Kung Fu Panda; pencak silat; visual
storytelling.
Translating Pencak Silat Into An Animation Film
(Case Study The Film Kung Fu Panda)
Abstract. A tradition that has been part of Indonesian culture since ancient
times, pencak silat was born as a form of self-defense and at the same time has
grown into an art form that belongs to the cultural treasures of the Indonesian
nation. However, strong exposure to martial arts from abroad (karate, kung fu,
tae kwon do, muay thai, capoeira, etc.), always supported by a variety of modern