34 Potensi Umbi Bengkuang... (Ika Natalia Mauliza) 34 POTENSI UMBI BENGKUANG DAN TONGKOL JAGUNG SEBAGAI MEDIA PENGHASIL ZAT WARNA MERAH MELALUI METODE SOLID STATE FERMENTATION UNTUK MEMPERKAYA MATERIAL PEWARNA BATIK POTENTIAL OF JICAMA TUBER AND CORN COB AS A GROWTH MEDIA FOR RED DYES PRODUCTION VIA SOLID STATE FERMENTATION PROCESS TO ENRICH BATIK DYES MATERIAL Ika Natalia Mauliza 1 , Mardiyati 2 , Octianne Djamaludin 1 dan Maya Komalasari 1 1 Kimia Tekstil, Politeknik STTT, Bandung, Indonesia Jalan Jakarta No. 31 Bandung 40272 2 Teknik Material, ITB, Bandung, Indonesia E-mail: nataliamauliza@gmail.com ABSTRAK Pembuatan dan penggunaan zat warna sintetik pada aplikasi pembuatan batik memiliki dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Alternatif pemecahan masalah yang perlu dilakukan adalah dengan menggunakan zat warna alam yang mudah, aman, dan cepat pemrosesannya seperti zat warna dari angkak. Kekurangan angkak sebagai bahan pewarna adalah menggunakan beras sebagai media fermentasi. Pada penelitian ini, dicari alternatif media lain untuk mengganti beras, yaitu digunakan umbi bengkuang dan tongkol jagung dilihat karakteristik serta kualitas zat warna yang dihasilkan pada kain kapas. Umbi bengkuang dan tongkol jagung difermentasi menggunakan jamur Monascus purpureus selama 21 hari, kemudian dikarakterisasi sifat penyerapan, gugus fungsi, kadar, serta sifat pewarnaan yang dihasilkan pada kain kapas. Hasil percobaan menunjukkan bahwa umbi bengkuang dan tongkol jagung memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai media pembuatan zat warna dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 500 nm. Gugus fungsi zat warna mengarah pada struktur zat warna merah Monascus. Kadar zat warna yang dimiliki oleh media umbi bengkuang adalah 13,43% dan tongkol jagung adalah 7,46%. Ketuaan warna yang dihasilkan pada kapas yang diwarnai menggunakan zat warna ekstrak media umbi bengkuang dan media tongkol jagung dievaluasi dengan nilai K/S berturut-turut yaitu 1,218 dan 0,677. Kata kunci - beras, kapas, Monascus, pewarnaan, tongkol jagung, umbi bengkuang ABSTRACT Manufacturing and using of synthetic dye for batik application have a negative impact on health and environment. Alternative solutions to the problems is using natural dyes that is easy, safe, and fast processing as the dye from red yeast rice. Red yeast rice produced in rice medium. In this study, we try to find alternatives media to replace rice, by jicama tuber and corncobs then evaluate the characteristics and quality of the resulting dyes on cotton fabric. Jicama tubers and corn cobs using as the growth media for Monascus purpureus for 21 days, then characterized absorption properties, functional groups, concentration, and coloration properties on cotton. The results showed that jicama tubers and corn cobs have the ability to use as manufacturing media of dyes with maximum absorption at a wavelength of 500 nm. Dye functional groups leads to structures Monascus red dye. Dyes concentration owned by jicama tubers was 13.43% and was 7.46% for corn cobs. Color produced on cotton dyed using the dye extracts of jicama tubers and corn cob media evaluated with the value of K / S respectively 1.218 and 0.677. Keywords – corncob, jicama, Monascus, rice, dyeing, cotton PENDAHULUAN Batik merupakan salah satu kearifan lokal Indonesia yang harus dipertahankan. Salah satu proses penting pada pembuatan batik adalah proses pewarnaan. Salah satu permasalahan yang masih menjadi polemik hingga saat ini adalah dampak negatif yang timbul akibat penggunaan zat warna sintetis. Bahaya yang ditimbulkan oleh zat warna sintetis terhadap makhluk hidup, terutama manusia akan berujung terhadap