Jurnal Masyarakat & Budaya, Volume 20 No. 2 Tahun 2018 191 MODAL SOSIAL OJEK PANGKALAN: ADAPTASI TERHADAP APLIKASI ONLINE TRANSPORTASI PUBLIK 1 SOCIAL CAPITAL OF THE OJEK PANGKALAN: ADAPTATION TO ONLINE PUBLIC TRANSPORTATION APLICATION Rusydan Fathy Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan-LIPI rusydanfathy@gmail.com Abstract Technology has penetrated the transportation services sector in Indonesia, such as application-based ojek that replaces the ojek pangkalan as an alternative transportation. This paperexplores ojek pangkalan using social capital for their economic resilience. The Arguments are formulated through analysis of adaptation of the community in the macro domain of urban studies.In order for ojek pangkalan to adapt, they change to become ojek online’s driver, while the others, try to survive. However, their ability to adapt is quality of their social capital. Ojek pangkalan’s entity as a community currently has a negative stereotype of their poor quality management system. This paper uses qualitative approach and the case studies is ojek pangkalan Salemba. The data analyzed through the three-stage data encryption technique; open code, axial code, and selective code. The conclusion shows that social capital plays important part in ojek pangkalan’s existence and adaptation in context of community-based economic resiliency. Keywords: social capital, economic resilience,ojek pangkalan. Abstrak Teknologi telah berpenetrasi ke dalam sektor jasa transportasi di Indonesia seperti keberadaan ojek berbasis aplikasi pada sektor jasa transportasi yang menggantikan ojek pangkalan sebagai transportasi alternatif. Tulisan ini mengupas modal sosial dalam menciptakan ketahanan ekonomi ojek pangkalan. Modal sosial ojek pangkalan diletakkan pada ranah makro studi perkotaan yang diikuti oleh bahasannya sebagai sebuah komunitas. Kemampuan adaptasi anggota ojek pangkalan,misalnya memilih untuk menjadi pengemudi ojek online, sementara yang lain, memilih untuk bertahan. Bagaimanapun, kemampuan mereka untuk beradaptasi ditentukan oleh kualitas modal sosial mereka. Ojek pangkalan sebagai sebuah komunitas saat ini memiliki stereotipe negatif di masyarakat karena buruknya sistem pengelolaan mereka. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus ojek pangkalan Salemba. Data dianalisa melalui teknik tiga tahap penyandian data: penyandian terbuka, penyandian aksial dan penyandian selektif. Kesimpulan kajian ini adalah pengembangan modal sosial ojek pangkalan dapat menciptakan ketahanan ekonomi mereka. Kata kunci: modal sosial,ketahanan ekonomi,ojek pangkalan. Pendahuluan 1 Di Indonesia, kita dihadapkan dengan transformasi bergesernya moda transportasi dari ojek 2 konvensional (biasa disebut ojek pangkalan) menjadi ojek online (yang berbasis aplikasi). Kemajuan teknologi berimplikasi pada sektor transportasi, sehingga “tukang ojek” pangkalan harus beradaptasi – menyesuaikan diri 1 Tulisan ini merupakan pengembangan dari skripsi penulis berjudul Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Ojek Pangkalan Salemba tahun 2017. 2 Ojek dalam tulisan ini merupakan moda transportasi darat menggunakan sepeda motor yang biasanya memiliki pangkalan (di pertigaan maupun di tempat-tempat strategis seperti di depan stasiun atau terminal) untuk menunggu penumpangnya. dengan keadaan karena masyarakat lebih berminat menggunakan jasa ojek online. Selain faktor penggunaan teknologi (smartphone) itu sendiri, hal ini disebabkan oleh prinsip hidup manusia modern yaitu efektif dan murah. Ojek online hadir dengan memperhatikan kedua hal tersebut. Jika dicermati, ojek online memenuhi tiga aspek vital sebagai moda transportasi, yaitu keamanan, kepastian, dan kecepatan. Ditambah lagi, ketiga aspek tersebut melebur ke dalam wujud tarif murah yang ditawarkan. Hal ini menjadi penting karena beroposisi dengan stigma “nembak harga” yang melekat pada ojek pangkalan. Teknologi telah mendorong kapitalisme mengubah keadaan ojek sepeda motor Indonesiaketika ojek pangkalan tidak diuntungkan