PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 5, Nomor 1, Maret 2019 ISSN: 2407-8050 Halaman: 33-37 DOI: 10.13057/psnmbi/m050107 Seleksi tumbuhan dataran rendah kering yang berpotensi tinggi dalam sekuestrasi karbon untuk rehabilitasi kawasan terdegradasi Selection of lowland plants with high potention of carbon stock for rehabilitation of degraded lands SETYAWAN AGUNG DANARTO ♥ , TITUT YULISTYARINI UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jl. Raya Surabaya-Malang Km 65, Pasuruan 67163, Jawa Timur. Tel. +62-343-615033, Fax. +62-343-615033, ♥ email: setyawan.10535@gmail.com Manuskrip diterima: 15 September 2018. Revisi disetujui: 19 November 2019. Abstrak. Danarto SA, Yulistyarini T. 2018. Seleksi tumbuhan dataran rendah kering yang berpotensi tinggi dalam sekuestrasi karbon untuk rehabilitasi kawasan terdegradasi. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 5: 33-37. Degradasi kawasan hutan di Indonesia dikhawatirkan akan meningkatkan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada pemanasan global. Upaya untuk menekan peningkatan gas rumah kaca adalah dengan rehabilitasi kawasan hutan sehingga perlu diketahui jenis-jenis tumbuhan yang mempunyai potensi cadangan karbon tinggi. Penelitian estimasi cadangan karbon tumbuhan dataran rendah kering dilakukan di Kebun Raya Purwodadi pada Bulan Agustus 2013 dengan menggunakan 99 jenis tumbuhan lokal koleksi Kebun Raya Purwodadi-LIPI. Pengukuran biomassa menggunakan data diameter batang setinggi dada dan dihitung secara alometrik menggunakan metode Kettering. Nilai berat jenis kayu ditentukan dengan menggunakan data sekunder berat jenis kayu dari Dryad. Nilai cadangan karbon ditentukan dengan menggunakan rumus 46% dari total nilai biomassa tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 jenis tumbuhan lokal dengan potensi cadangan karbon tinggi yaitu Schleichera oleosa (225,29 kg C tahun -1 ), Michelia alba (88,56 kg C tahun -1 ), Parkia timoriana (61,62 kg C tahun -1 ), Pterocarpus indicus (53,70 kg C tahun -1 ), Dysoxylum gaudichaudianum (53,19 kg C tahun -1 ), Madhuca longifolia (51,77 kg C tahun -1 ), Peltophorum pterocarpum (51,52 kg C tahun -1 ), Spondias malayana (51,11 kg C tahun -1 ), Artocarpus altilis (47,77 kg C tahun -1 ), dan Alstonia scholaris (45,08 kg C tahun -1 ). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah jenis - jenis tumbuhan lokal terseleksi berpotensi tinggi dalam sekuestrasi karbon dapat direkomendasikan untuk penghijauan kawasan dataran rendah kering yang terdegradasi. Kata kunci: Dataran rendah kering, model allometri, sekuestrasi karbon, tumbuhan lokal Abstract. Danarto SA, Yulistyarini T. 2018. Selection of lowland plants with high potention of carbon stock for rehabilitation of degraded lands. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 5: 33-37. Degradation of forest areas in Indonesia is feared to increase greenhouse gas emissions which have an impact on global warming. Research on estimating carbon stocks of dry lowland plants was carried out at Purwodadi Botanical Garden in August 2013 using 99 species of local plants collection of Purwodadi-LIPI Botanical Gardens. Biomass measurement uses stem diameter data at breast height and its calculated with allometric model using Kettering method. The value of carbon stock is determined using the formula of 46% of the total value of plant biomass. The results showed that there were 10 types of local plants with high-medium carbon stock potential i.e, Schleichera oleosa (225.29 kg C year ˉ1 ), Michelia alba (88.56 kg C year ˉ1 ), Parkia timoriana (61.62 kg C year ˉ1 ), Pterocarpus indicus (53.70 kg C year ˉ1 ), Dysoxylum gaudichaudianum (53.19 kg C year ˉ1 ), Madhuca longifolia (51.77 kg C year ˉ1 ), Peltophorum pterocarpum (51.52 kg C year ˉ1 ), Spondias malayana (51.11 kg C year ˉ1 ), Artocarpus altilis (47.77 kg C year ˉ1 ), and Alstonia scholaris (45.08 kg C year ˉ1 ). The conclusion from the results of this study is that species of selected local plants with high potential in carbon sequestration can be recommended for revegetation of degraded dry lowland areas. Keywords: Lowland ecosystem, allometric model, carbon sequestration, local plant PENDAHULUAN Perubahan iklim global sebagai dampak dari perkembangan peradaban manusia saat ini menjadi permasalahan yang sangat kompleks bagi seluruh dunia. Konsumsi energi dunia dari bahan bakar fosil yang semakin meningkat telah menyebabkan peningkatan gas rumah kaca di atmosfer. World Bank (2007) mencatat bahwa pada tahun 2003 konsentrasi CO2 sebanyak 27 miliar metrik ton, meningkat 19% dari tahun 1990. Amerika Serikat merupakan negara penyumbang emisi karbon terbesar pada tahun 2003 mencapai 22% karbon dunia, diikuti Cina 16%, Rusia 6%, India 5% dan Jepang 5%. Sementara itu negara-negara Asia selatan termasuk Indonesia menyumbang 1%. Sementara itu penggundulan hutan menyebabkan emisi karbon semakin bertambah dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah. Konversi hutan menjadi lahan pertanian dan perkebunan menyebabkan penurunan kesuburan tanah akibat kurang berimbangnya antara masukan dan keluaran karbon dan hara lainnya lewat pengangkutan hasil panen. Menurunnya tingkat kesuburan tanah pada tingkat lokal ini mengakibatkan rendahnya tingkat pertumbuhan tanaman,