Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 15, No. 2, Desember 2015 (64-67) 64 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATI F TIPE NUMBER HEAD TOGETHER TERHADAP HASI L BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI MEMEPERBAI KI UNI T KOPLI NG DAN KOMPONEN- KOMPONEN SISTEM PENGOPERASI AN ( EFFECT OF COOPERATI VE LEARNI NG MODEL NUMBER HEAD TOGETHER TYPE ON STUDENT LEARNI NG OUTCOMES ON COMPETENCE OF UNI T CLUTCH REPAI R AND COMPONENTS OF OPERATI NG SYSTEMS) Agus Santoso Prodi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang Widya Aryadi Email: widyaaryadi@yahoo.com, Prodi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Num- ber Head Together dan yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini ber- jumlah kurang dari 100 siswa dari tiga kelas. . Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple random sampling, kemudian sampel yang digunakan sebanyak 32 siswa (eksperimen) sebagai kelas eksperimen dan 32 siswa (Kontrol). Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan hasil tes, analisa data menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisa data yang diperoleh, bahwa rata-rata kelas eksperimen yang semula 51,88 meningkat menjadi 82,08 atau meningkat sebesar 30,2. Sedangkan pada rata-rata kelas kontrol yang semula 48,65 meningkat menjadi 73,44 atau meningkat sebesar 24,79. Peningkatan hasil studi pada kelas eksperimen lebih besar dibanding dengan kelas kontrol membuat model pembelajaran Number Head Together dapat mening- katkan hasil belajar. Kata kunci : hasil belajar, Number Head Together Abstract This study aimed to investigate the effect of the application of cooperative learning model Number Head Together and the conventional learning methods. The population in this study is less than 100 students from three classes. Sampling in this study using simple random sampling method, then the samples used were 32 students (experi- mental) as the experimental class and 32 students (Control). Data collection using the documentation and test re- sults, analysis of data using the t test. Based on the analysis of data obtained, that the average grade 51.88 original experiment increased to 82.08, an increase of 30.2. While on average the original grade control increased to 73.44 or 48.65 increased by 24.79. Improved results of experimental studies on a larger class than the control class makes learning model Number Head Together to improve learning outcomes. Keywords: Learning result, Number Head Together PENDAHULUAN Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, sedangkan kualitas sumber daya manusia tergantung pada kualitas pendidikan. Berbagai upaya yang telah ditempuh untuk meningkatkan kualitas pembelaja- ran, antara lain pembeharuan dalam kurikulum, pengembangan model pembelajaran, perubahan sistem penilaian, dan lain sebagainya. Salah satu unsur yang sering dikaji dalam hubungannya dengan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam model yang digunakan guru dalam kegiatan pem- belajaran di sekolah. Selama ini kegiatan pembela- jaran yang berlangsung di dalam kelas berpusat pada guru, sehingga siswa cenderung kurang aktif. Banyak cara yang dapat dilaksanakan agar siswa menjadi aktif, salah satunya yaitu dengan merubah paradigma pembelajaran. Guru bukan sebagai pusat pembelajaran, melainkan sebagai pembimb- ing, motivator, dan fasilitator. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, siswalah yang dituntut untuk aktif sehingga guru bukan merupakan peran utama pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dikem- bangkan suatu model pembelajaran yang mampu meningkatkan keefektifan siswa dalam pembelaja- ran memperbaiki unit kopling dan komponen- komponen sistem pengoperasian, sehingga pada akhirnya dapat meningkat kan hasil belajar siswa. Pemilihan model pembelajaran harus mampu mengembangkan kemampuan siswa dalam ber- pikir logis, kritis, dan kreatif. Pada pembelajaran konvensional, guru merupakan subyek utama kegiatan pembelajaran. Guru dalam menyampaikan dan menyajikan bahan pelajaran disertai dengan macam-macam penggunaan metode pembelajaran lain, seperti Tabel 1. Desain Pr et est dan Post t est kelompok eksperimen dan kontrol Kelompok Pr etest Perlakuan Post -test E (Eksperimen) Y1 X1 T2 C (Kontrol) Y1 X2 T2