Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume XIV, No.1, Januari 2009 : 14-22 ISSN : 0854-9524 Algoritma Sederhana dalam Memahami Proses Pengurutan Data 14 Algoritma Sederhana dalam Memahami Proses Pengurutan Data Eko Nur Wahyudi Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Stikubank Semarang eko@unisbank.ac.id Abstrak : Pengurutan data atau sorting merupakan suatu proses dimana suatu susunan data yang semula dalam kondisi acak dapat menjadi urut, baik dari data terkecil sampai dengan data yang terbesar, atau sebaliknya dari data terbesar sampai dengan data terkecil. Terdapat beberapa metode yang cukup populer dalam proses pengurutan data tersebut. Berikut ini akan dijelaskan bagaimana proses pengurutan data masing-masing metode tersebut dengan menggunakan algoritma secara sederhana. Kata kunci : Sorting, Pengurutan data, Algoritma PENDAHULUAN 1. Metode Selection Pengurutan data dengan metode Selection dapat dijelaskan secara sederhana yaitu dengan cara mencari data terkecil dari susunan data awal dari data pertama sampai dengan data terakhir. Setelah data terkecil ditemukan kemudian tukarkan dengan data pertama. Setelah itu dicari lagi data terkecil tetapi mulai dari data kedua sampai data terakhir dan setelah didapatkan kemudian tukarkan dengan data kedua. Begitu seterusnya hingga diperoleh data urut dari awal sampai akhir. Contoh : Data awal : 30 70 10 40 60 20 50 Cari data terkecil dari data pertama sampai data terakhir. Ditemukan data 10 pada urutan ketiga. Tukarkan data 10 dengan data 30 di urutan pertama sehingga hasilnya menjadi seperti berikut : 10 70 30 40 60 20 50 Selanjutnya cari data terkecil mulai dari urutan data kedua sampai data terakhir. Ditemukan data 20 di urutan keenam. Tukarkan data 20 dengan data 70 di urutan kedua sehingga hasilnya berubah menjadi seperti berikut : 10 20 30 40 60 70 50 Cari kembali data terkecil mulai dari urutan data ketiga. Ditemukan data 30 yang sudah pada urutan ketiga sehingga tidak terjadi pertukaran posisi dengan data yang lain. Hasilnya adalah seperti berikut : 10 20 30 40 60 70 50 Pada pencarian data terkecil keempat hasilnya sama seperti saat pencarian data terkecil ketiga dimana data 40 sudah berada pada urutan data keempat dan tidak mengalami pertukaran data. Hasilnya adalah seperti berikut : 10 20 30 40 60 70 50 Berikutnya pencarian data terkecil dimulai dari urutan data kelima. Ditemukan data 50 di urutan data terakhir yang kemudian ditukar dengan data urutan kelima sehingga hasilnya menjadi seperti berikut : 10 20 30 40 50 70 60 Pencarian data terkecil terakhir dilakukan mulai urutan data keenam, dimana data terakhir yaitu 60 harus ditukar dengan data 70 yang berada pada urutan keenam sehingga hasilnya menjadi seperti berikut : 10 20 30 40 50 60 70 Data dalam keadaan urut secara ascending.