STRATEGI KOMUNIKASI BAHAYA KANKER SERVIKS DI PUSKESMAS NGAMPILAN TAHUN 2015 Abstrak Kanker serviks atau leher rahim merupakan kanker nomor dua yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Pada 2014, untuk periode Januari hingga April, sudah ada 29 kasus payudara dan lima kasus kanker serviks yang baru. Penderita kanker terbanyak berasal dari kalangan usia 25 hingga 64 tahun. Namun, kanker juga ditemukan di usia remaja 15 hingga 24 tahun. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis strategi komunikasi bahaya kanker serviks di Puskesmas Ngampilan Yogyakarta Tahun 2015.Hasil penelitian yaitu bentuk komunikasi yang digunakan adalah komunikasi antar pribadi dan kolompok sebagai upaya sosialisasi bahaya kanker serviks dan upaya pencegahannya serta menggunakan strategi komunikasi berbasis kader dalam mensosialiasisasikan bahaya kanker serviks. Kata Kunci : Kanker Serviks, Strategi Komunikasi dan Kader ABSTRACT Cervical cancer is the second most common cancer which attacks women around the world. On Maulita Listian Eka Pratiwi Hikmah Dosen Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Email: maulitasukmono@gmail.com hikmah.sobri21@gmail.com the other hand, in 2014, there had been 29 new cases of breast cancer and 5 new cases of cervical cancer during January to April. Most cervical cancer patients are at the age of 25 to 64. However, these cancers are also found in adolescents aged 15 to 24. Therefore, the purpose of this research is to analyze the communication strategy of the dangers of cervical cancer in Puskesmas Ngampilan Yogyakarta in 2015. The result of the research shows that the form of communication which is being used is inter-personal and group communication as a way to explain the dangers of cervical cancer and the strategies to prevent this cancer. Key Word : Cervical cancer, Communication Strategy PENDAHULUAN Jumlah kasus kanker di wilayah DIY tertinggi dibandingkan provinsi lain di seluruh Indonesia. Fakta tersebut merupakan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, yaitu angka prevalensinya 4,2 dari 1.000 penduduk. Jumlah kasus kanker payudara dan kanker kanker leher rahim (serviks) juga terus mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada 2009, kasus kanker serviks sebanyak 111 dan kanker payudara 191 kasus. Sedangkan pada 2014, untuk periode Januari hingga April, sudah ada 29 kasus payudara dan lima kasus kanker serviks yang baru. Penderita kanker terbanyak berasal dari kalangan usia 25 hingga 64 tahun. Namun, kanker juga ditemukan di usia remaja 15 hingga 24 tahun (Tribun, 2014). Penanganan penyakit kanker di Indonesia menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan hampir 70% penderita ditemukan dalam keadaan sudah stadium lanjut. Khusus deteksi dini payudara dan serviks sudah dijamin dalam program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Bahkan Perpres 69/2013 menjamin bahwa pemeriksaan IVA, papsmear, bahkan cryotherapy ditanggung program JKN yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan. Pemeriksaan dilakukan sekali dalam kurun waktu lima tahun (Manefa D, 2014; Kemenkes, 2014). Untuk mengatasi tingginya kasus kanker DIY,