P-ISSN: 2302- 6715 E- ISSN: 2654-7732 214 Volume 10 Nomor 1, April 2021 STRUKTUR KOMUNITAS TERUMBU KARANG DI PERAIRAN DESA MALAKONI PULAU ENGGANO Mukti Dono Wilopo 1) , Maya Anggraini Fajar Utami 1) , Hari Santoso 1) , Fenomena Harefa 1) , Ebiem Ekick Permanda 1) , Zaid Abdur Rahman 2) 1) Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu 2) Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang ABSTRAK Ekosistem terumbu karang hampir tersebar di sepanjang pantai Desa Malakoni dimana kondisinya cukup baik sehingga ikan karang dan megabenthos yang ada di sana cukup berlimpah dan beragam. Masyarakat yang ada di desa ini memanfaatkan potensi sumberdaya yang berasosiasi dengan terumbu karang seperti ikan karang, teripang dan kerang-kerangan sebagai salah satu sumber pangan utama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur komunitas terumbu karang di perairan Malakoni Enggano. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei di bulan Agustus 2020 pada kedalaman 3 m dan 7 m di Manuhe, Humo, Dusun Kandang dan Trans Malakoni. Metode pengamatan yang digunakan untuk mengetahui struktur komunitas terumbu karang yaitu metode Transek Garis Menyinggung atau Line Intercept Transect (panjang 55 m). Terdapat 49 jenis (spesies) scleractinia yang termasuk ke dalam 27 marga dan 14 famili serta 1 jenis (spesies) non scleractinia. Tutupan karang di perairan Malakoni termasuk dalam kategori sedang hingga baik (41,56%-52,2%) dengan rata-rata 46,93%. Kata kunci : tutupan terumbu karang, perairan Desa Malakoni,Line Intercept Transect PENDAHULUAN Pulau Enggano terletak di sebelah barat Pulau Sumatera dan secara geografis berada di wilayah perairan Samudera Hindia pada posisi 102 o 05カ KLQgga 102 o 25カ BT dan 5 o 17カ VaPSaL 5 o 31カ LS. PXOaX Enggano berjarak kurang lebih 110 mil laut dari Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu dengan luas wilayah daratan 400,6 km 2 (BPS, 2018). Secara administratif, Pulau Enggano merupakan satu kecamatan yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu yang terdiri dari Desa Kahyapu, Desa Kaカana, Desa Malakoni, Desa Apoho, Desa Meok, dan Desa Banjarsari. Perairan di kawasan Pulau Enggano hampir seluruhnya memiliki habitat terumbu karang. Desa Malakoni memiliki beberapa ekosistem laut yang lengkap yaitu ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang. Ekosistem terumbu karang di Desa Malakoni hampir tersebar di sepanjang pantai Desa Malakoni yang memiliki kondisi yang cukup baik. Kondisi terumbu karang di Desa Malakoni membuat ikan karang yang ada disana cukup berlimpah dan beragam. Masyarakat menjadikan potensi sumberdaya ikan karang sebagai salah satu sumber pangan utama melalui teknologi penangkapan yang sederhana dengan cara memancing, menggunakan jaring maupun dengan spearfishing. Hal ini menyebabkan pemanfaatan sumberdaya perairan Malakoni dapat dilakukan dengan sangat mudah dan menjadi salah satu andalan untuk perolehan pangan pada saat pandemi covid-19 yang terjadi sejak awal 2020. Ekosistem terumbu karang sangat penting sebagai sumber kehidupan bagi beraneka-ragam biota laut. Terdapat lebih dari 300 biota yang dapat hidup di ekosistem terumbu karang, selain itu biota