Online: http://journal.upgris.ac.id/index.php/jiphp Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 4 No. 2 Thn. 2020 DOI: http://doi.org/ 10.26877/jiphp.v4i2.7387 Uji Kesukaan Bakso Jamur Dengan Perbedaan Persentase Jamur Sawit (Volvariella volvacea) dan Tepung Tapioka Properties Test of Mushroom Meatballs with Differences Percentage of Palm Oil Mushroom (Volvariella volvacea) and Tapioca Flour Yuni Selvianti Sari 1* , Ahmad Mustangin 1 , Marselus Hendro 1 1) Politeknik Negeri Pontianak, email: yuniselvianti198@gmail.com * Korespondensi penulis: yuniselvianti198@gmail.com ABSTRACT Oil palm mushrooms have the potential to be processed into alternative food sources and various products that have higher economic value and have a longer shelf life. One of them is meatball. The purpose of this study was to assess the composition of oil palm mushrooms and tapioca flour which are suitable for making oil palm mushroom meatballs which are acceptable and preferred by consumers and to determine the ash content, protein, and crude fiber content of oil palm mushroom meatballs. The result showed that the oil mushroom meatball favoured by consumers was the highest on treatment 2, namely with a composition of 50% oil palm mushroom and 50% tapioca flour. Keywords: Meatballs;Oil Palm Mushroom;Tapioca Flour ABSTRAK Jamur sawit sangat berpotensi untuk diolah menjadi sumber makanan alternatif dan beragam produk yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dan memiliki umur simpan yang lebih lama. Salah satunya adalah bakso. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji komposisi jamur sawit dan tepung tapioka yang sesuai untuk dijadikan bakso jamur sawit yang dapat diterima dan disukai oleh konsumen dan mengetahui kandungan kadar abu, protein, dan kadar serat kasar pada bakso jamur sawit. Hasil penelitian menunjukkan bakso jamur sawit yang disukai konsumen rata-rata tertinggi pada perlakuan J2T2, yaitu dengan komposisi jamur sawit 50% dan tepung tapioka 50%. Kata kunci : Bakso; Jamur Sawit; Tepung Tapioka PENDAHULUAN Jamur adalah salah satu bahan pangan yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi yang dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif yang disukai oleh seluruh lapisan masyarakat. Jamur memiliki kandungan protein lebih tinggi, dengan mineral, vitamin, dan serat dengan kadar lemak yang rendah dibandingkan dengan kebanyakan sayuran (Harto, 2012; Herawati dkk., 2016; Manjunathan dan Kaviyarasan, 2011; Srikram dan Supapvanich, 2016). Indonesia memiliki berbagai macam jenis jamur yang bisa dikonsumsi. Salah satunya adalah jamur sawit atau disebut juga jamur pentol (Volvariella volvacea) yang 239