Journal of Information Systems for Public Health, Vol. 1, No. 1, April 2016 25 Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Journal of Information Systems for Public Health Volume 1 No. 1 April 2016 Halaman 25 - 31 Pola Pengelompokan Komponen Biaya Rawat Inap Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Sri Erawati 1,2 , Khabib Mustafa 3 , Lutfan Lazuardi 4 1 RSUD Cilacap, Jawa Tengah 2 Program Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 3 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 4 Depatemen Kesehatan Masyaakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 1,2 erasimkes12@gmail.com, 3 khabib@ugm.ac.id, 4 lutfanl@yahoo.com, Received: 28 February 2015 Accepted: 14 Desember 2015 Published online : 15 April 2016 ABSTRAK Latar Belakang: Peningkatan angka kesakitan dan kematian diabetes melitus (DM) di rumah sakit meningkatkan beban biaya pengobatan, terutama untuk rawat inap. Pendekatan biaya pengobatan menyebabkan bervariasinya komponen biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit, baik untuk obat-obatan, akomodasi, pemeriksaan penunjang, dan prosedur medis. Di sisi lain, rumah sakit dituntut untuk memberikan pengobatan yang efektif dan efisien melalui paket penggantian dengan grouper terkait diagnostik yang dikenal dengan INA- CBGs. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan data mining untuk mendapatkan pengetahuan tentang pola pengelompokan komponen biaya pelayanan rawat inap pasien diabetes di rumah sakit. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada data Sistem Informasi Rumah Sakit selama 3 tahun. Teknik K-means data mining digunakan untuk mengelompokkan berbagai komponen biaya. Hasil : Terjadi peningkatan dari rata-rata biaya perawatan diabetes inap selama 2011-2013. Pola pengelompokan komponen biaya rawat inap diabetes menunjukkan bahwa biaya akomodasi dan obat-obatan lebih besar dibandingkan dengan biaya-biaya lain (pemeriksaan laboratorium, radiologi biaya, visite/konsultasi dan perwatan lainnya). Biaya akomodasi dan obat-obatan komponen dipengaruhi oleh adanya komplikasi atau penyakit lain yang menyertainya. Namun, ada sedikit variasi dalam komponen biaya obat- obatan dan akomodasi bila dibandingkan antara dokter, meskipun selisihnya tidak signifikan (p-value= 0,59 untuk Internist dan 0,83 untuk Surgeon). Kesimpulan : Variasi komponen biaya obat dan akomodasi dalam perawatan diabetes rawat inap menunjukkan adanya potensi untuk meningkatkan efisiensi dalam komponen tersebut. Pengembangan pedoman klinis untuk perawatan diabetes melitus rawat inap di rumah sakit dapat menjadi solusi dalam meningkatkan perawatan yang efektif dan efisien. Kata kunci: K-means clustering, Komponen biaya, Diabetes melitus, Rawat inap ABSTRACT Background : The increase number of morbidity and mortality of diabetes mellitus (DM) in hospitals raised the expenditure of its treatment, particularly for inpatient care. The number treatment approaches led to varied component of costs incurred by hospitals either for medicines, accommodation, tests, and medical procedures. On the other hand, hospitals are requested to provide effective and efficient treatment through reimbursement package with new diagnostic related groups tool called INA-CBGs. This research aimed to identify opportunity of conducting efficient treatment through analysis of cost components of inpatient diabetes mellitus care in hospital. Methods: Cross-sectional design was conducted using 3 years of a district hospital's administrative, clinical and billing data for inpatient diabetes mellitus care. The k- means clustering technique of data mining was used to see various component of costs. Results: There was an increase of average cost of inpatient diabetes care during 2011-2013. Cost component of accommodation and medicines were amongst the bigger compared to other costs (laboratory tests, radiology costs, visit-consultation and medical procedures). These costs were influenced by the existence of complications or other accompanying diseases. However, there were slightly variations in the components of the medicine and accommodation costs when compared between different physician in charge, although the difference is not significant (p-values=0,59 for internist and 0,83 for surgeon). Conclusions: The variation of medicine and accommodation cost components for inpatient diabetic care showed a potential to improve efficiency in those component. Development of clinical guidelines for inpatient diabetes mellitus care in the hospital could be a solution in promoting effective and efficient care. Keywords: K-means clustering, Cost components, Diabetes mellitus, Inpatient care