Jagro Jurnal Media Pertanian, 5(1) April 2020, pp.1-5 Media Komunikasi Hasil Penelitian dan Review Literatur Bidang Ilmu Agronomi ISSN 2503-1279 (Print) | ISSN 2581-1606 (Online) | DOI 10.33087/jagro.v5i1.91 Publisher by : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Batanghari 1 Daya Kecambah dan Kekuatan Tumbuh Benih Kakao (Theobroma cacao L.) pada Berbagai Media Simpan *1 Yulistiati Nengsih, 1 Yuza Defitri dan 2 Trisna Levia 1 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Batanghari 2 Alumni Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Batanghari Jl. Slamet Riyadi-Broni-Jambi, 36122 Telp. +62074160103 * 1 e-mail korespondensi: nyulistiati@yahoo.com Abstract. Cocoa seeds are recalcitrant seeds that contain high water content that are sensitive to decreased viability to death if stored for long periods of time. The main problem in storing recalcitrant seeds is that they cannot be dried below the critical moisture content, are easy to germinate, and are not tolerant of low suhu, so that the right containers and media are needed to store the seeds. This study aims to obtain suitable media in storage of cacao (Theobroma cacao L.) seeds in maintaining seed viability. This study uses a completely randomized design (CRD) method with one treatment factor, namely the use of different storage media with 4 levels, namely (p1) sawdust media, (p2) cocopeat media, (p3) charcoal media at once, and (p4) powder media wood charcoal, each level was repeated 3 times so that there were 12 trial lots, each lot containing 40 cacao seeds with a total of 480 cacao seeds. Variables observed were: storage media water content, seed water content, percentage of seedling capacity in storage, moldy seed percentage, mushroom identification, percentage of seedling capacity, sprout length, and speed of contamination. To see the effect of the treatment carried out F test, then continued with Duncan test at α level of 5%. Th e results showed that the treatment of rice husk charcoal media had a significant effect on the length of the sprouts and the speed of contamination after storage, and the fungus identified during storage was Aspergilus. spp. Keywords: Recalcitrant, seed moisture content, viability. Abstrak.Benih kakao tergolong benih rekalsitran dengan kadar air tinggi dan peka terhadap penurunan kadar air. Daya tumbuh cepat menurun sampai benih tersebut mati dalam penyimpanan. Penurunan kadar air dibawah titik kritis merupakan masalah, benih mudah berkecambah, dan mati bila disimpan pada suhu rendah. Adanya media simpan yang baik diharapkan benih dapat disimpan lebih lama serta mempertahankan daya kecambah dan kekuatan tumbuh benih. Penelitian bertujuan mendapatkan media yang tepat untuk penyimpanan benih kakao dan secara bersamaan mempertahankan daya kecambah dan kekauatan tumbuhnya. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu penggunaan media simpan yang berbeda dengan 4 jenis media yaitu serbuk gergaji (p1), cocopeat (p2), arang sekam padi (p3), dan serbuk arang kayu (p4), setiap jenis media diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 12 petak percobaan yang masing- masing berisi 40 benih kakao. Peubah yang diamati adalah: kadar air media simpan, kadar air benih, persentase daya kecambah dalam penyimpanan, persentase benih berjamur, identifikasi jamur, persentase daya kecambah, kecepatan berkecambah, dan panjang kecambah. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan uji Duncan pada taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media arang sekam padi dapat mempertahankan kualitas benih kakao dengan indikator benih berjamur selama 12 hari penyimpanan sebesar 0,92%. Setelah 12 hari disimpan, daya kecambah sebesar 64,20%, kecepatan berkecambah 2,1 etmal -1 ,dan panjang kecambah 6,82 cm.Jamur yang teridentifikasi selama penyimpanan adalah jamur Aspergilus. spp. Kata kunci : kadar air benih, rekalsitran, viabilitas,. PENDAHULUAN Kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu komoditi yang memberikandevisa yang besar bagi negara yang menempati posisi nomor 3 setelah kelapasawit dan karet. Ditingkat pekebun, kakao merupakan sumber pendapatan yang penting , baik sebagai tanaman utama mau pun tanaman sela (Rahardjo, 2011). Pembangunan kebun kakao untuk tanaman baru atau mengganti tanaman tua dan rusak terus dilakukan. Permintaan benih kakao yang akan digunakan sebagai batang bawah ataupun sebagai bibit generatif meningkat sejalan dengan perkembangan pembangunan kebun. Harga biji kakao kering di tingkat petani yang cukup bagus, mendorong pekebun untuk meningkatkan luas tanam dan melakukan peremajaan tanaman. Pembangunan kebun baru dan mengganti tanaman tua memerlukan benih kakao yang berkualitas dan mencukupi. Benihkakao yang tergolong benih rekalsitran sehingga diperlukan kondisi penyimpanan yang dapat mempertahankan kadar air benih agar tidak turun di bawah titik kritisnya. Menurut Kustantini dan Kusumastuti (2015) bahwa mempertahankan kualitas benih saat memasuki masa simpan merupakan sesuatu yang penting sehingga benih dapat ditransportasikan dengan aman.Permasalahan penyimpanan benih kakao adalah kadar air nya tidak dapat diturunkan di bawah kadar air kritis, tidak toleran terhadap suhu rendah danmudah berkecambah Mempertahankan kualitas benih tetap prima saat benih tersebut akan disemaikan merupakan target dari penyimpanan benih.