Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Vol. 31 No. 1, 2020 : 21 - 30 * Alamat Korespondensi : anellaretna@yahoo.com DOI : https://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v31n1.2020.21-30 0215-0824/2527-4414 @ 2017 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat This is an open access article under the CC BY-NC-SA license (http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/3.0/) Accreditation Kemenristekdikti Number : 30/E/KPT/2018 21 EFEKTIVITAS SENYAWA NONATSIRI DARI Curcuma spp. TERHADAP PENEKANAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BUAH CABAI Effectiveness of Nonessential Compounds from Curcuma spp. on Reducing Anthracnose Disease of Chilli Pepper Fruit Anella Retna Kumala Sari 1*) , Firdaus Auliya Rahmah 2) , dan Syamsuddin Djauhari 2) 1) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali-Kementerian Pertanian Jalan By Pass Ngurah Rai Pesanggaran, Denpasar, 8022 2) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Kota Malang, 65145 INFO ARTIKEL ABSTRAK/ABSTRACT Article history: Diterima: 03 Desember 2019 Direvisi: 04 Februari 2020 Disetujui: 16 April 2020 Salah satu penyakit penting pada buah cabai besar (Capsicum annuum) ialah antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum capsici. Potensi ekstrak dan minyak Curcuma sebagai anticendawan sudah banyak dilaporkan, tetapi komponen nonatsirinya masih belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas senyawa nonatsiri dari rimpang Curcuma longa, C. zedoaria, dan C. aeruginosa terhadap C. annuum. Penelitian dilaksanakan sejak November 2014 sampai Mei 2015 di Universitas Brawijaya. Senyawa nonatsiri diekstrak dengan cara merendam rimpang Curcuma dalam metanol selanjutnya didistilasi menggunakan rotary vacuum evaporator kemudian diidentifikasi menggunakan HPLC. Pengujian efektivitas senyawa nonatsiri dari rimpang tiga spesies Curcuma dilakukan secara in vitro dan in vivo. Perlakuan yang diuji adalah kombinasi ketiga jenis rimpang dan enam konsentrasi senyawa nonatsiri (0 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm, dan 12 ppm). Pengujian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial, 18 kombinasi perlakuan dan diulang tiga kali. Hasil analisis HPLC menunjukkan ekstrak metanol ketiga jenis rimpang Curcuma mengandung kurkumin dan desmethoxycurcumin dalam jumlah yang beragam dan terbanyak ada di dalam ekstrak C. longa yaitu 13,792 ppm kurkumin dan 67,156 ppm desmethoxycurcumin. Berdasarkan hasil uji in vitro, senyawa nonatsiri dari C. zedoaria paling efektif menghambat pertumbuhan C. annuum dibandingkan dengan dua jenis Curcuma lainnya yaitu pada 10 ppm dengan persentase penghambatan 81,53 %. Secara in vivo, senyawa nonatsiri C. zedoaria juga paling efektif menghambat perkembangan gejala antraknosa. Senyawa nonatsiri ketiga spesies Curcuma berpotensi dikembangkan sebagai fungisida nabati. Kata kunci: Kurkumin; desmethoxycur- cumin; senyawa anti- cendawan Keywords: Curcumin; desmethoxycur- cumin; anti-fungal compound One of the important diseases on chili is anthracnose caused by Colletotrichum capsici. Curcuma extracts and their essential oils were known as antifungal, but nonessential compounds have not been widely tested. This study aimed to assay the effectiveness of nonessential compounds of Curcuma longa, C. zedoaria, and C. aeruginosa to C. annuum. This study was conducted in November 2014 until Mei 2015 at Brawijaya University. The nonessential compound was obtained by soaking rhizome of C. longa, C. zedoaria, and C. aeruginosa in methanol, then distilled by