Jurnal Ilmiah Politik, Kebijakan, & ilmu Sosial (Publicio), Vol. 3, No. 1, Januari 2021 ANALISIS DAYA SAING EKSPOR UDANG BRATASENA ADIWARNA PASCA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PETAMBAK DAN PERUSAHAAN Tety Rachmawati, S.IP, MA 1 *, Rahayu Lestari, S.I.Kom, MA 2 , Nuzul Inas Nabila, S.E, Jurusan Hubungan Internasional, Jurusan Manajemen Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Lampung Abstrak Pemutusan hubungan kerja antara petambak dan perusahaan membuat pola budidaya udang di Bratasena Adiwarna berubah. Sebelum pemutusan hubungan kerja, Bratasena pernah menjadi eksportir udang terbesar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing ekspor udang Bratasena, pasca pemutusan hubungan kerja antara petambak dan perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat kontribusi ekspor udang Bratasena dalam upaya mendukung peningkatan ekspor udang Provinsi Lampung menyusul ditargetkannya Lampung sebagai Lumbung Udang Nasional. Data didapatkan dengan cara mengkaji beberapa dokumen primer dan sekunder dan wawancara mendalam dengan beberapa narasumber yaitu petambak, kepala bagian ekspor PT. Central Pertiwi Bahari, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan perhitungan RCA (Revealed Comparative Advantage) untuk mencari nilai daya saing ekspor udang Bratasena dan analisis pangsa pasar (market share analysis) untuk melihat kontribusi ekspor udang Bratasena terhadap peningkatan ekspor perikanan Provinsi Lampung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai daya saing ekspor yang cukup kuat bagi ekspor udang Bratasena dan kontribusi ekspor udang Bratasena bagi ekspor perikanan Provinsi Lampung yang juga cukup besar. Namun, pasca pemutusan hubungan kerja petambak dan perusahaan, nilai daya saing ekspor dan kontribusi udang Bratasena mengalami penurunan. Kata kunci: daya saing, ekspor, udang Abstract The termination of the employment relationship between the farmers and the company has changed the shrimp farming pattern in Bratasena Adiwarna. Prior to termination of employment, Bratasena was the largest shrimp exporter in Indonesia. This study aims to analyze the competitiveness of Bratasena shrimp exports, after the termination of employment between farmers and companies. In addition, this research also aims to see the contribution of Bratasena shrimp exports in an effort to support the increase in shrimp exports in Lampung Province following the target of Lampung as the National Shrimp Granary. Data obtained by reviewing several primary and secondary documents and in-depth interviews with several sources, namely farmers, the head of the export division of PT. Central Pertiwi Bahari, as well as the Head of the Office of Marine Affairs and Fisheries in Lampung Province. This study uses a quantitative approach with the calculation of RCA (Revealed Comparative Advantage) to find the value of Bratasena shrimp export competitiveness and market share analysis to see the contribution of Bratasena shrimp exports to the increase in fisheries exports in Lampung Province. The results of this study indicate that the export competitiveness value is quite strong for Bratasena shrimp exports and the contribution of Bratasena shrimp exports to fisheries exports in Lampung Province is also quite large. However, after termination of employment between farmers and companies, the value of export competitiveness and contribution of Bratasena shrimp has decreased. Keywords: competitiveness, export, shrimp PENDAHULUAN Bratasena Adiwarna merupakan sebuah desa di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, yang pernah menjadi pengekspor udang terbesar di Indonesia. Ekspor udang dari wilayah ini pernah Alamat Korespondensi Penulis: Tety Rachmawati, S.IP, MA; Rahayu Lestari, S.I.Kom, MA; Nuzul Inas Nabila, S.E, M.S.M.; Fisko Arya Kamandanu Email : tety.rachmawati@fisip.unila.ac.id, rahayu.lestari@fisip.unila.ac.id,nuzulinasnabilaa@ gmail.com, fisko.arya1084@students.unila.ac.id Alamat : Jl. Sumantri Brodjonegoro no. 1 Gedong Meneng, Bandar Lampung 35145 mencapai 18.204.742,37 Kg dengan nilai 174.264.036 dolar AS sepanjang tahun 2015 (CP Prima, 2016). Bratasena menjadi salah satu daerah penghasil udang terbesar di Lampung dengan total ekpor produk perikanan Lampung di tahun yang sama sekitar 27.458.146 kg dengan nilai 44.485.007,8 dolar AS (CP Prima, 2016). Budidaya udang di Bratasena awalnya dilakukan dengan model inti-plasma. Model inti- plasma adalah model kemitraan antara perusahaan (inti) dengan petambak (plasma). Perusahaan menyediakan fasilitas bagi petambak