WIDODO SUWITO: Dampak Verotoksigenik dan Enterohemoragik Escherichia coli (VTEC dan EHEC) pada Hewan, Manusia dan Makanan 53 DAMPAK VEROTOKSIGENIK DAN ENTEROHEMORAGIK Escherichia coli (VTEC DAN EHEC) PADA HEWAN, MANUSIA DAN MAKANAN WIDODO SUWITO Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta, Jl. Rajawali No. 28 Demangan Baru, Yogyakarta 55281 (Makalah diterima 13 Maret 2009 – Revisi 1 Juni 2009) ABSTRAK Verotoksigenik dan enterohemoragik Escherichia coli, VTEC dan EHEC merupakan strain bakteri E. coli yang mampu menghasilkan toksin yang secara in vitro aktif terhadap sel Vero dan disebut verotoksin. Strain VTEC dan EHEC telah berhasil diisolasi dari manusia, beberapa jenis hewan terutama ruminansia dan juga babi. Prevalensi VTEC pada ternak 35%, susu 10% dan keju 1,5%. Pada daging sapi 3,7%, babi 1,5%, unggas 1,5%, kambing 2% dan domba 2,5%. Sedangkan prevalensi pada manusia di Amerika Serikat 5 – 10%, Spanyol 2,5% dan Perancis 3,4%. Di Indonesia, sembilan kasus VTEC telah dilaporkan dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo dan empat dari sembilan kasus tersebut meninggal dunia. Verotoksin disebut juga Shiga like toxin (Stx) yang secara in vivo aktif dan bersifat patogenik terhadap sel endotelial pembuluh darah mukosa saluran usus, ginjal, otak dan beberapa jaringan pada manusia, begitu juga pada anak babi. Verotoksin pada manusia dan anak babi dapat menyebabkan terjadinya diare berdarah, begitu juga pada ternak ruminansia. Pada kelompok ternak ruminansia dewasa, VTEC dan EHEC tidak menunjukkan gejala klinis tetapi hanya sebagai karier, sedangkan pada manusia menyebabkan terjadinya haemorrhagic colitis (HC), haemolytic uremic syndrome (HUS) dan thrombocytopenia purpura (TPP). Infeksi pada manusia terutama disebabkan oleh kelompok EHEC serotipe O157:H7 yang berasal dari feses sapi atau dari lingkungan sekitar yang mengkontaminasi pangan asal ternak dan makanan lainnya seperti buah dan sayuran. Salah satu usaha agar kita terhindar dari infeksi kelompok EHEC yaitu dengan cara menghindari makanan yang berasal dari ternak ruminansia yang masih mentah atau dimasak dengan tidak sempurna, menghindari minum susu yang belum dipasteurisasi dan menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi. Kata kunci: verotoksin, enterohemoragik, VTEC, EHEC, Shiga like toxin (stx), ruminansia ABSTRACT IMPACTS OF VEROTOXIGENIC AND ENTEROHAEMORRHAGIC Escherichia coli (VTEC AND EHEC) ON ANIMAL, HUMAN AND FOOD Verotoxigenic and enterohaemorrhagic Escherichia coli, VTEC and EHEC are strains that produce a toxin on the Vero cells in vitro, therefore the toxin called verotoxin. Strain VTEC and EHEC have been isolated from human and various animal species, mainly ruminants and pigs. The prevalence of VTEC in cattle is 35%, milk 10%, cheese 1.5%. In beef meat, pork, poultry, goat and sheep is 3.7, 1.5, 1.5, 2 and 2.5%, respectively. In contrast, the human prevalence in United States, Spain and France 5 – 10, 2.5 and 3.4%, respectively. In Indonesia, nine cases of VTEC were reported by Ciptomangunkusumo Hospital and four out of nine cases were died. The verotoxin also named Shiga toxins (Stx), is active in vivo as a pathogen on the endothelial cells of the blood vessels of the gastro intestinal mucosa, kidneys, brain and other tissues of human and piglets. Verotoxin in human, ruminants and piglets causes bloody diarrhea so with ruminants. In the adult ruminants, verotoxin results in clinical signs and they act as asymptomatic carriers of VTEC and EHEC strains but in human, it produced haemorrhagic colitis (HC), haemolytic uremic syndrome (HUS) and thrombocytopenia purpura (TPP). Infection in human by the most famous EHEC strain belongs to the O157:H7 serotype, through faecal contamination or environment of either food of animal origin, or other foodstuffs (fruits and vegetables). Infection from EHEC strains could be prevented by avoiding food of animal origin and unpasteurized milk, and by taking care of food hygiene for comsumption. Key words: verotoxin, enterohaemorrhagic, VTEC, EHEC, Shiga toxin (stx), ruminant PENDAHULUAN E. coli termasuk dalam famili: Enterobacteriaceae, genus: Escherichia, bersifat aerob, berbentuk batang, biasanya mempunyai flagella untuk alat gerak dan termasuk kelompok Gram negatif (Gambar 1). E. coli pertama kali ditemukan oleh Theobold Escherichi pada tahun 1885 (COWAN, 1984). Sebagian besar dari E. coli berada dalam saluran pencernaan hewan dan manusia merupakan flora normal, namun ada yang bersifat patogen yang menyebabkan diare pada manusia dan hewan. E. coli dikeluarkan dari