1204 Efektivitas Model Pembelajaran Problem Solving menggunakan LKS Berbantuan Diagram Ve Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Termokimia Ririn Andini 1 , Subandi 1 , Surjani Wonorahardjo 1 1 Pendidikan Kimia-Pascasarjana Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 23-01-2018 Disetujui: 18-09-2018 Abstract: The purpose of this research is to know the difference of critical thinking ability between students in learning with problem solving model using LKS assisted diagram Ve with students in learning by problem solving learning using LKS without diagram Ve. This research is a quasi-experimental research with pretest-postest nonequivalent control group design. The subjects were class XI MIPA 6E3 as experimental class 1 and XI MIPA 6D3 as experimental class 2. Students in experiment 1 class were taught with problem solving using assisted LKS diagram Ve while students in experimental class 2 were solved with problem solving using LKS without Ve diagram. Instruments for measuring students' critical thinking skills are essays of validation. The results showed that the students using the assisted LKS diagram Ve in the thermochemical learning resulted in a higher N-Gain score (0.74 = high category) than the class that did not use the Ve diagram (0.69 = medium category). Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem solving menggunakan LKS berbantuan diagram Ve dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran problem solving menggunakan LKS tanpa diagram Ve. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-postest nonequivalent control group. Subjek penelitian adalah kelas XI MIPA 6E3 sebagai kelas eksperimen 1 dan XI MIPA 6D3 sebagai kelas eksperimen 2. Siswa pada kelas eksperimen 1 dibelajarkan dengan problem solving menggunakan LKS berbantuan diagram Ve, sedangkan siswa pada kelas eksperimen 2 dibelajarkan dengan problem solving menggunakan LKS tanpa diagram Ve. Instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa berupa soal esai yang tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan LKS berbantuan diagram Ve dalam pembelajaran termokimia menghasilkan peningkatan kemampuan berpikir kritis (N-Gain score) yang lebih tinggi (0.74 = kategori tinggi) daripada kelas yang tidak menggunakan diagram Ve (0.69 = kategori sedang). Kata kunci: thermochemistry; problem solving; Ve diagram; ability to think critically; termokimia; problem solving; diagram Ve; kemamapuan berpikir kritis; Alamat Korespondensi: Ririn Andini Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: ririnandini.budimansyah91@gmail.com Salah satu materi pada mata pelajaran kimia di SMA adalah termokimia yang mempelajari tentang perubahan panas yang terjadi dalam reaksi kimia (Effendy, 2007; Silberbeg, 2007; Chang, 2001). Fenomena termokimia dapat langsung dilihat baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam laboratorium sebagai reprentasi makro yang bisa langsung diamati, misalnya reaksi fotosintesis sebagai reaksi endoterm, namun dalam fenomena tersebut juga terjadi peristiwa yang tidak dapat dilihat oleh mata (mikroskopis) seperti pengerakan dan tumbukan antar partikel-partikel yang harus dinyatakan dalam bentuk simbolis berupa persamaan reaksi. Adanya karakteristik yang kompleks dari materi termokimia ini menjadikan siswa beranggapan bahwa materi tersebut merupakan materi yang abstrak dan sulit dipahami terutama pada konsep-konsep seperti materi sistem dan lingkungan, dimana siswa beranggapan bahwa gelas kimia adalah sistem karena yang berada di dalam gelas kimia adalah sistem. Pada konsep eksoterm dan endoterm, sebagian siswa mengklasifikasikan fotosintesis ke dalam reaksi eksoterm, dan pada jenis-jenis perubahan entalpi, misalnya pada perubahan entalpi pembakaran standar, siswa beranggapan bahwa setiap reaksi dengan Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 3 Nomor: 9 Bulan September Tahun 2018 Halaman: 12041210