TINJAUAN FILOSIFIS DAN EMPIRIS EKONOMI KELEMBAGAAN: KAITAN DENGAN MASYARAKAT PESISIR DODI DERMAWAN Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji Jl. Politeknik Senggarang , Tanjungpinang. dodydermawan@gmail.com ABSTRAK Pemikiran ekonomi neoklasik yang menggunakan paradigm positivism belum mampu memberikan pemerataan kesejarahteran pada berbagai sector dimasyarakat. Untuk itu diperlukan pemikiran ekonomi kelembagaan yang melandaskan paradigma yang holistik, orientasi kesejahteraan manusia, multidisiplin,dan mengakomodir budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Pemikiran ekonomi kelembagaan sebagai alternatif baik ditinjau dari filosofis dan empiris pada kasus masyarakat pesisir. Berbagai kajian literature mengatakan ekonomi kelembagaan sangat sesuai untuk dikembangkan pada masyarakat pesisir yang masih kuat dengan budaya dan kearifan local, sebagai penopang tegaknya interaksi yang harmonis, dinamis, agar tercapai tujuan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. ABSTRACT Neoclassical economic thought using positivism paradigm has not been able to equalization income distribution in various community sectors. Therefore, need institutional economic thought which is based on holistic paradigm, human welfare orientation, multidisciplinary, and accommodate local culture and local wisdom. Institutional economic thought as an alternative is reviewed from philosophical and empirical in the case of coastal communities. Many literature studies remark institutional economics is very suitable to be developed in coastal communities that are still strong with local culture and wisdom, as a supporter of the establishment of a harmonious, dynamic interaction, in order to achieve a just and sustainable economic goals. Keyword: Filosofis dan empiris, ekonomi kelembagaan, masyarakat pesisir.