Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol.1, No.1, Januari - Juni 2021 Fadhilla Yusri, Afrinaldi, Linda Yarni 1 Pemberdayaan Program Berkelanjutan Pemberdayaan Program Berkelanjutan Bagi Anak Asuh untuk Menanamkan Nilai-nilai Karakter Cerdas Fadhilla Yusri 1 , Afrinaldi 2 , Linda Yarni 3 1, 2, 3 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Indonesia E-mail: fadhillayusri@gmail.com 2021 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License-(CC-BY-SA) (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) DOI : http://dx.doi.org/10.30983/dedikasia.v1i1.5122 ARTICLE INFO ABSTRACT Submit : 02 Januari 2021 Revised : 06 April 2021 Accepted : 30 Juni 2021 Keywords: Foster child; values; smart character. Poverty and neglect are unresolved problems in this country. Based on the results of the study, one of the two cities that have pockets of poverty in West Sumatra is Payakumbuh. Meanwhile, Payakumbuh has the largest export commodity in the livestock sector in West Sumatra. To overcome this, children from underprivileged families, orphans, orphans and abandoned children can be placed in orphanages. At the orphanage, children are expected to have their physical needs met, to develop their personality and to be able to continue their education. However, the reality is that the application of rules and punishments in orphanages makes the children not have intelligent characters as expected. Therefore, the assistance that can be given to assist the application of intelligent character in foster children is by providing group guidance services. International License-(CC-BY-SA) (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) http://dx.doi.org/10.30983/dedikasia.v1i1.5122 This is an open access article under the CCBY-SA license Pendahuluan Berdasarkan hasil penelitian, dua kota yang memiliki kantong kemiskinan di daerah Sumatera Barat adalah kota Padang dan kota Payakumbuh (Jayaputra, 2014). Padahal pendapatan daerah kota Payakumbuh tergolong tinggi, apalagi daerah ini memiliki komoditi eksport bidang peternakan terbesar di Provinsi Sumatera Barat. Namun hal itu tidak menjamin semua masyarakatnya dapat hidup sejahtera. Masih banyak masyarakat kota Payakumbuh yang hidup di bawah garis kemiskinan. Keberadaan panti asuhan memberikan angin segar bagi anak-anak dari keluarga miskin, karena mereka memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan mereka (Kemensos, 2012); (Ginanjar, 2005). Data terakhir tentang jumlah anak asuh yang tinggal di panti asuhan kota Payakumbuh adalah 61 orang, 30 orang laki-laki dan 31 orang perempuan (BPS, 2014). Hasil penelitian Nanda Sri Anita menyatakan bahwa pola pengasuhan yang umumnya diterapkan pengasuh di panti adalah punitiveness, overprotective dan domination (Anita, 2014). Hal ini didukung oleh hasil penelitian Nina yang mengungkap bahwa anak yang tinggal di panti asuhan memiliki konsep diri yang rendah (Nina, 2014). Penerapan pola asuh yang begitu mengekang dan rendahnya konsep diri anak asuh, akan semakin memperburuk pembentukan karakter cerdas pada diri mereka. Karakter sebagai sifat pribadi yang relatif stabil pada diri individu yang menjadi landasan bagi penampilan perilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi (Khaidir, 2011b); (Situmorang, 2015). Karakter yaitu sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas seseorang atau sekelompok orang (Majid, 2010); (Supardi, 2011). Kecerdasan adalah kemampuan untuk mengarahkan fikiran atau tindakan, kemampuan untuk mengubah arah tindakan bila tindakan tersebut telah dilaksanakan dan kemampuan untuk mengkritik diri sendiri (Azwar, 2014); (Thomas, 2014). Orang yang cerdas adalah orang yang setiap melakukan tindakan, baik yang berkenaan dengan