Politeknik Negeri Sriwijaya, Jurnal Kinetika Vol. 12, No. 01 (Maret 2021) : 1-8 ISSN: 1693-9050 E-ISSN: 2623-1417 https://jurnal.polsri.ac.id/index.php/kimia/index 1 PENGOLAHAN AIR PAYAU MENJADI AIR BERSIH MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI BRACKISH WATER TREATMENT TO CLEAN WATER USING ELECTROCOAGULATION METHOD Leila Kalsum 1 , Fadarina 1 , Anerasari Meidinariasty 1 , Selastia Yuliati 1 , Adi Syakdani 1 , M.Bagas Pratama 1* , Rachmad Bayu Alpitansyah 1 , Fenty Alnafrah 1 , Pepi Ismareni 1 1 (Program Studi Teknologi Kimia Industri/ Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Sriwijaya) Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Palembang 30139, Telp +620711353414/ Fax +62711355918 e-mail : * mbgsp16@gmail.com , rb.bayu@yahoo.com. ABSTRACT The limitation of clean water resources in coastal areas is related to the scarcity of fresh water. Water that has too high a salinity can cause harm if it is used for certain activities, for example, it is dangerous for health when used as drinking water, causing crop failure for agriculture, corrosion for equipment and buildings made of metal elements. In order to be used as clean water and suitable for daily household use, brackish water needs special treatment with the aim of reducing the mineral content in it, especially in reducing salinity levels. For this purpose brackish water treatment has been made into clean water which works based on the electrocoagulation process. The performance test was carried out by filling 10 liters of brackish water into the electrocoagulation reactor and using an electric current of 10 volts, 12 volts and 14 volts for each test. The observation times for each test were 60, 120 and 180 minutes. Measurement of salinity, iron, sulfate and organic substances for each test was carried out using a potentiometer, atomic absorption spectrophotometer, turbidimeter, and titrimetry. The optimum results of the test show that the use of 14 volts of electricity and contact time for 120 minutes can reduce iron levels from 1.41 mg / l to 0.98 mg / l, and sulfate levels from 301.97 mg / l to 235.84 mg. / l, levels of organic substances from 3.05 mg / l to 2.25 mg / l and salinity levels from 16.25 ppt to 10.07 ppt. Keywords: Brackish Water, Clean Water, Electrocoagulation, Electrode. 1. PENDAHULUAN Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia yang semakin hari semakin meningkat kebutuhannya. Sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di daerah pesisir. Wilayah pesisir pantai dan pulau-pulau kecil di tengah lautan lepas merupakan daerah-daerah yang sangat miskin akan sumber air bersih sehingga timbul masalah pemenuhan kebutuhan air bersih. Sumber daya air yang terdapat di daerah tersebut umumnya berkualitas buruk, misalnya air tanahnya yang payau atau asin. Kualitas air tersebut sangat buruk karena mengandung kadar garam serta zat organik yang sangat tinggi (Ade,dkk.2017). Air payau adalah air yang salinitasnya lebih rendah dari pada salinitas rata-rata air laut normal (<35 ppm) dan lebih tinggi dari pada 0,5 ppm yang terjadi karena pencampuran antara air laut dengan air tawar baik secara alamiah maupun buatan. Air payau sukar diolah menjadi air bersih dikarenakan kandungan garamnya yang cukup tinggi. Metode konvensional yang digunakan selama ini sulit untuk mengolah air payau dikarenakan kandungan garam yang terlalu tinggi bagi metode konvensional tersebut. Teknologi modern desalinasi termal secara destilasi dan evaporasi yang dipakai secara luas dewasa ini memang mampu melakukan desalinasi air payau dengan baik untuk menghasilkan air minum. Akan tetapi, teknologi ini membutuhkan energi yang besar, biaya investasi mahal, struktur peralatan yang kompleks, membutuhkan ruangan yang cukup luas dan biaya perawatan yang mahal menyebabkan teknologi ini kurang kompetitif (Younos dan Tulou,2005). Elektrokoagulasi merupakan metode pengolahan air secara elektrokimia dimana pada anoda terjadi pelepasan koagulan aktif berupa ion logam (biasanya alumunium atau besi) ke dalam larutan, sedangkan pada katoda terjadi reaksi elektrolisis berupa pelepasan gas hidrogen (Holt,dkk.2005). Kelebihan metode elektrokoagulasi dibandingkan dengan metode lain yang pernah dilakukan adalah tidak perlu ada penambahan bahan kimia untuk mengikat logam dan bahan organik dalam air baku sehingga tidak memberikan dampak negatif atau efek samping terhadap lingkungan, biaya operasional dan perawatan yang relatif murah serta memiliki efisiensi removal kontaminan yang cukup tinggi. Untuk keperluan proses elektrokoagulasi digunakan elektroda dari bahan aluminium dan sumber listrik arus searah (DC). Selama proses berlangsung terjadi oksidasi aluminium, sehingga berubah menjadi Fe 2+ atau Al +3 dan akan membentuk flok Fe(OH) 2 atau Al(OH) 3 yang akan mengikat semua polutan baik logam, bahan organik maupun butir padatan lain yang ada dalam air baku. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, metode elektrokoagulasi akhirnya dipilih menjadi metode yang digunakan dalam pengolahan air payau menjadi air