JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 1, No. 1, (Sept. 2012) ISSN: 2301-928X D-100 AbstrakPola perkembangan kota dan urbanisasi yang pesat di kota–kota besar merupakan pertanda terjadinya kemajuan dalam pembangunan. Namun, kenyataannya urbanisasi seringkali melahirkan berbagai masalah, mulai dari masalah sosial, transportasi, hingga kriminalitas. Hasil kajian BAPPENAS menunjukkan bahwa proyeksi tingkat urbanisasi penduduk secara nasional pada tahun 2025 mencapai 68%. Proyeksi tingkat urbanisasi Jawa Timur telah mencapai angka 73,4% pada tahun 2025, hal ini menunjukkan bahwa persentase penduduk perkotaan di Jawa Timur tergolong tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik kepala rumah tangga Jawa Timur yang melakukan urbanisasi dan mendapatkan faktor yang mempengaruhi urbanisasi. Hasil klasifikasi dengan pendekatan CART memberikan informasi bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi urbanisasi adalah jarak lokasi pindah, jumlah anggota rumah tangga yang ikut pindah, pendidikan tertinggi, lama waktu pindah, alasan utama pindah. Kata KunciMasalah Sosial, Urbanisasi, CART, Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Melakukan Urbanisasi I. PENDAHULUAN OLA perkembangan kota yang pesat terutama di kota– kota besar merupakan pertanda terjadinya kemajuan dalam pembangunan ekonomi. Dampak dari perkembangan kota ini salah satunya adalah urbanisasi. Namun, pada kenyataannya urbanisasi seringkali melahirkan berbagai masalah, mulai dari masalah sosial, transportasi, hingga kriminalitas. Hasil kajian BAPPENAS menunjukkan bahwa berdasar proyeksi penduduk dari tahun 2005 hingga 2025 menunjukkan bahwa tingkat urbanisasi nasional diproyeksikan akan terus mengalami kenaikan dan diperkirakan akan mencapai 68% pada tahun 2025. Proyeksi tingkat urbanisasi Jawa Timur pun telah mencapai angka 73,4% pada tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan proyeksi nasional. Hal ini menunjukkan bahwa persentase penduduk perkotaan di Jawa Timur tergolong tinggi[1]. Penelitian mengenai migrasi dan urbanisasi telah banyak dilakukan, Faktor-Faktor yang Menentukan Pilihan Daerah Tujuan Migrasi Penduduk Jawa Barat [2], Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Proporsi Tujuan Migrasi Keluar Dari Kalimantan Selatan [3],Urbanization and The Poverty Level [4], Urbanization and The Wealth of Nations [5]. Sementara penelitian terkait aplikasi metode CART pun telah banyak dilakukan, Financial Application of Classification and Regression Trees [6], Pendekatan Bagging CART Untuk Klasifikasi Karakteristik Anak Putus Sekolah di Jambi. Menelaah dari penelitian mengenai migrasi, urbanisasi dan aplikasi metode CART, dalam penelitian ini akan ditentukan klasifikasi faktor yang mempengaruhi kepala rumah tangga di Jawa Timur melakukan urbanisasi dengan pendekatan CART (Classification And Regression Trees) [7]. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Mobilitas Penduduk Ada tiga komponen pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan mobilitas penduduk. Perilaku kelahiran dan kematian berbeda dengan mobilitas penduduk. Angka kelahiran dan kematian pada periode waktu tertentu mempunyai sifat stabil, tetapi mobilitas penduduk tidak ada sifat keteraturan seperti angka kelahiran dan kematian. Perilaku mobilitas penduduk adalah orang yang melakukan mobilitas, sedang mobilitas adalah proses gerak penduduk dari suatu wilayah menuju wilayah lain dalam jangka waktu tertentu. Mobilitas penduduk dapat dibedakan antara mobilitas penduduk vertikal dan mobilitas penduduk horizontal. Mobilitas penduduk vertikal sering disebut dengan perubahan status, dan salah satu contohnya adalah perubahan status pekerjaan. Mobilitas penduduk horizontal, atau sering pula disebut dengan mobilitas penduduk geografis adalah gerak (movement) penduduk yang melintas batas wilayah menuju ke wilayah yang lain dalam periode waktu tertentu [8]. Ada pula teori yang mengatakan bahwa mengapa seseorang mengambil keputusan melakukan mobilitas, diantaranya adalah teori kebutuhan dan stress (need and stress) yang menyatakan bahwa proses mobilitas penduduk terjadi apabila : a. Seseorang mengalami tekanan (stress), baik ekonomi, sosial, maupun psikologi di tempat ia berada. Tiap-tiap individu mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga suatu wilayah oleh seseorang dinyatakan sebagai wilayah yang dapat memenuhi kebutuhannya, sedangkan orang lain mengatakan tidak. b. Terjadi perbedaan nilai kefaedahan wilayah antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Apabila tempat yang satu dengan tempat yang lain tidak ada P Analisis CART (Classification And Regression Trees) pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepala Rumah Tangga di Jawa Timur Melakukan Urbanisasi Alia Hartati, Ismaini Zain dan Brodjol Sutijo Suprih Ulama Jurusan Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Email : brodjol_su@statistika.its.ac.id