PENDAHULUAN Salah satu pembelajaran yang perlu dilaksanakan oleh siswa dan guru adalah pembelajaran menulis karena menulis bukan lagi menjadi pilihan, melainkan menjadi kebutuhan utama khususnya bagi generasi muda, sama halnya dengan kemampuan membaca. Lebih jauh, dapat dikatakan bahwa keterampilan menulis merupakan penentu kesuksesan dan kebutuhan utama bagi seorang warganegaranya di masa depan. Graham & Perin (2017:02) mengung- kapkan bahwa menulis merupakan kegiatan yang perlu dibiasakan bagi setiap orang terlebih hidup di zaman yang serba canggih ini. Nurgiyantoro (2001:296) berpendapat bahwa menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sulit dikuasai dibandingkan dengan tiga keterampilan berbahasa yang lain. Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pengajaran dan hasil wawancarra dengan guru, diketahui bahwa menulis masih dianggap sebagai kegiatan yang kurang menarik minat siswa. Hal ini juga didukung oleh pernyataan beberapa siswa, secara umum penyebab utama kurangnya minat menulis adalah minimnya gagasan dan ide untuk dikemukakan. Menulis adalah keterampilan yang sangat dibutuhkan pada zaman dewasa ini. Hampir setiap kegiatan membutuhkan kete- rampilan menulis. Keterampilan menulis tidak dapat diperoleh dengan cara mudah dan instan. Menurut Alwasilah (2005: 29) “Penguasaan tentang teori menulis tidak akan membuat siswa produktif menulis”. Lebih USING TRANSFORMATION TECHNIQUE IN IMPROVING WRITING SKILL OF SHORT STORY Hani Novianti 1 & Daud Pamungkas 2 1 SMP Bina Utama 2 Universitas Suryakancana haninovianti31@gmail.com daudp@unsur.ac.id Abstract This article discusses the learning of writing short stories with transformational techniques, transforming Sundanese Cianjuran songs into a short story. The study was applied to students of class IX at SMP Bina Utama in 2017-2018. The research method used is the experimental method (Pre Experimental Desaign). The sample used is the IXE class and it is chosen based on certain considerations. The instruments used are observation and tests. The results showed that the results of learning to write short stories before using text transformation techniques (pretest) were classified as low, with an average pretest score of 50.68, while using the text transformation technique (posttest) the results were in the medium category, with the average posttest result was 65,45. Then, after being compared with the t-test, the significance value of the data before and after treatment is 0,000, which means the significance value is 0,000 <0,05, then H0 is rejected. From the results of the significance test, it can be said that the treatment (learning technique) that has been applied in this study is the text transformation technique in writing short stories successfully increasing students' short story writing skills. Keywords: writing, short stories, transformation, tembang Sunda