JURNAL ANTROPOLOGI: ISU-ISU SOSIAL BUDAYA -VOL. 22 NO. 01 (JUNE 2020) Available online at : http://jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/ Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya | ISSN (Online) 2355-5963 | 142 | P a g e https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n1.p142-150.2020 Attribution-NonCommercial 4.0 International. Some rights reserved ETNOSENTRISME DAN SIKAP INTOLERAN PENDATANG TERHADAP ORANG PAPUA Elia Nurindah Sari ( 1* ), Samsuri ( 2 ) 1 2 Department of Civic Education, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia. ARTICLE INFORMATION ABSTRACT Submitted : 28 th September, 2019 Review : 03 rd April, 2020 Accepted : 22 nd May, 2020 Published :1 st June 2020 Available Online : June, 2020 This article is aimed to raising awareness for pluralistic Indonesian. Awareness to be able to appreciate anything about the differences in Indonesia, including those who are from Papua. Indonesia is now has any issues of tolerance. Although there are many public slogans or appelas to be tolerant, in fact not a few cases of intolerant attitudes occur. There are so many cases that lead to racism in Papuans. Ethnocentrism attitude told us how someone from a certain group feels better than another group. This will be linked to the intolerant attitudes to the Indonesian people towards Papuans, and learning study implications of what happened from that situation. The purpose of this article is to build awareness of all Indonesians to reduce their intolerant attitude towards Papuans. This article used the method of literature review. Some of the literature taken is, among others, related to the literacy of tolerance, Papuans culture and some cases of Indonesian intolernace towards Papuans. The results of research through this literature study found that intolerant cases carried out by non-Papuans against Papuans had implications or the attitude of Papuans who became inferior, lacked confident and felt unappreciated. KEYWORDS Ethnocentrism; Intolerance; Tolerance; Papua CORRESPONDENCE *E-mail: elianurindahsari@gmail.com A. PENDAHULUAN ndonesia adalah negara majemuk, hal ini merupakan suatu wawasan nusantara yang dipahami seluruh warga negara Indonesia. Bhineka Tunggal Ika, semboyan bagi bangsa Indonesia untuk memahami bahwa negara majemuk ini memiliki banyak jenis budaya, bahasa, ras, suku, agama dan lain sebagainya. Kemajemukan ini melahirkan suatu kewajiban bagi Bangsa Indonesia agar dapat bersikap toleran terhadap berbagai macam perbedaan yang ditemui di Indonesia. Namun sayangnya, akhir-akhir ini terjadi banyak sekali peristiwa- peristiwa intoleran di dalam bangsa ini. Kasus- kasus yang paling sering terjadi adalah kasus intoleransi mengenai agama dan ras. Kasus intoleran yang masih hangat dalam ingatan adalah mengenai kasus mahasiswa Papua yang kuliah di Pulau Jawa, tepatnya di Surabaya. Kasus ini bermula ketika ditemukan bendera merah putih yang rusak di depan asrama mahasiswa Papua tersebut. Hal itu menimbulkan reaksi dari aparat dan ormas yang mengepung asrama tersebut. Pihak aparat menduga perusakan bendera merah putih dilakukan oleh oknum mahasiswa Papua yang tinggal di asrama. Beberapa hal yang disayangkan dari tindakan di atas adalah pada saat aparat dan ormas menyerang asrama mahasiswa Papua, mereka tidak terlebih dahulu melakukan investigasi mendalam sebelum melakukan pengepungan ke asrama. Selain itu, aparat juga malah mem- biarkan ormas yang reaksioner turut melakukan pengepungan. Aparat juga mengucapkan kata- kata yang bernada rasisme terhadap mahasiswa Papua. Hal ini menunjukkan bahwa kita sebagai rakyat Indonesia non Papua, belum bisa menghormati satu sama lain dalam hidup berbangsa. Terlepas dari hal apa yang melatarbelakangi masalah tersebut, memiliki sikap toleran selalu masuk menjadi kunci pencegahan dari kasus- I