181 | Konferensi Nasional Bahasa Arab VI (KONASBARA) 2020 OPTIMALISASI GOOGLE FORM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI ERA PANDEMI COVID-19 Hasan Hasan Sekolah Tinggi Ilmu Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan hasanbanjary@gmail.com Abstrak Dengan adanya wabah Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) menyebabkan aktifitas belajar mengajar yang tadinya menggunakan metode tatap muka menjadi daring (dalam jaringan) karena dikhawatirkan akan adanya penularan virus ini jika pembelajaran dipaksakan menggunakan metode tatap muka. Untungnya ketika covid-19 mewabah teknologi sudah semakin canggihnya sehingga pembelajaran dapat digantikan dengan sistem daring. Mengantisipasi terjadinya kekosongan dalam pembelajaran khususnya bahasa Arab maka google form dapat menjadi solusi mengisi kekosongan yang ada. Seharusnya google form dapat dioptimalkan oleh pendidik seoptimal mungkin sehingga pembelajaran bahasa Arab berjalan dengan semestinya. Dalam artikel ini akan diberikan deskripsi bagaimana pengoptimalan google form dalam pembelajaran bahasa Arab khususnya dalam pengawasan presensi peserta didik dan pemberian evaluasi dalam pembelajaran bahasa Arab. Kata kunci: Optimalisasi, google form, covid-19 PENDAHULUAN Di akhir bulan Desember 2019 seluruh dunia dihebohkan dengan kemunculan virus Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) dan di awal Maret virus tersebut sudah sampai di negara Indonesia dengan cepat menularkan ke berbagai provinsi di seluruh negara Indonesia bahkan WHO (World Health Organization) mengatakan virus ini sebagai pandemi yaitu sebagai wabah penyakit yang serentak mewabah di berbagai belahan dunia. Pandemi Covid-19 sudah hampir 6 bulan membuat segala pekerjaan dan pembelajaran dilakukan dari rumah (Work From Home). Kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah salah satunya meeminta lapisan masyarakat untuk semakin memiliki kesadaran pentingnya stay at home, mencuci tangan dengan sabun, physical maupun social distancing yakni proses pembatasan antar individu dengan individu yang lainnya secara fisik maupun sosial, sehingga pembelajaran tatap muka, dan memakai masker jika ada urusan penting yang memaksa untuk keluar rumah. Kondisi seperti ini tentulah tidak