FTEKNIK Volume 2 No. 2 Oktober 2015 1 Interpretasi Lapisan Bawah Permukaan Tanah Menggunakan Metode Geolistrik 2-D (Mapping) Vergiane Railasha 1) , Syawal Satibi 2) , S.A. Nugroho 3) 1) Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, 2) Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau, Pekanbaru, Kode Pos 28293 Email: vergianerailasha.vr@gmail.com ABSTRACT Research was conducted at a location in Pekanbaru city. On this location has two test line at a distance from each other as far as 3 m, which for each testing line will be tested by using 2D geoelectric Wenner and dipole-dipole arrays then performed data processing by software Res2dinv. In addition, there will be handbor and laboratory testing for the soil in depth 1, 2, and 3 m to determine the soil classifications. And then, this result will be compared or matched with geoelectric result. Generally, the geoelectric (soil resistivity) results from the both arrays is sufficient to represent the actual potention of underground conditions. That can be evidenced with have suitability result between geoelectric, handbor, and laboratory test. In this result, Wenner array gives better result than dipole-dipole array. Wenner array gives resistivity range more closer and layers of the soil are easier to interpret than dipole-dipole array. Keywords: Resistivity, Geoelectric, Wenner, dipole-dipole PENDAHULUAN Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan cara untuk mendeteksi aliran di permukaan bumi. Metode geolistrik memiliki banyak macam, salah satunya adalah metode geolistrik tahanan jenis (resistivitas). Pengujian geolistrik ini bertujuan untuk menentukan distribusi resistivitas bawah permukaan tanah dengan melakukan pengukuran pada permukaan tanah. Pengukuran resistivitas dilakukan dengan cara mengalirkan arus kedalam tanah melalui dua elektroda arus dan mengukur beda tegangan yang dihasilkan pada dua elektroda potensial. Sehingga, resistivitas bawah permukaan dapat diperkirakan. Resistivitas tanah memiliki kaitan dengan berbagai parameter geologi, seperti mineral dan konten cairan, porositas, derajat patahan, persentase patahan yang terisi air tanah dan derajat saturasi air di batuan (Rozaq, et al, 2013). Interpretasi lapisan bawah permukaan tanah sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang keilmuan. Dengan itu dilakukan berbagai metode survei lapisan tanah, salah satunya metode geolistrik atau resistivitas tanah. Metode geolistrik memiliki kelebihan dimana mudah dalam pelaksanaannya dan juga relatif murah. Akan tetapi, setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing. Oleh karena itu, untuk mengetahui sejauh mana keselarasan (konsistensi) antara hasil pengukuran geolistrik dengan konfigurasi Wenner dan dipole-dipole, maka perlu diteliti dengan lebih mendetail menggunakan pengeboran dangkal dan pengujian sifat fisik tanah di laboratorium. Adapun tujuan dan manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Melakukan pengukuran resistivitas semu bawah permukaan tanah dengan menggunakan konfigurasi Wenner dan dipole-dipole untuk metode 2-D (Mapping). 2. Mengolah data resistivitas semu bawah permukaan tanah untuk mendapatkan nilai resistivitas sebenarnya dengan menggunakan software RES2DINV sehingga dapat