15 GAMBARAN UPAYA PENCARIAN PENGOBATAN PENDERITA DBD DI KOTA SUKABUMI TAHUN 2012 HEALTH SEEKING BEHAVIOR OF DHF PATIENT IN SUKABUMI CITY IN 2012 Rohmansyah Wahyu Nurindra *, Roy Nusa Rahagus Edo Santya , Heni Prasetyowati Loka Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Ciamis, Badan Litbang Kesehatan, Kemenkes RI Jl. Raya Pangandaran Km.03 Ds. Babakan Kp. Kamurang, Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, *E_mail : mencorp96@yahoo.com Received date: 3/4/2014, Revised date: 1/5/2015, Accepted date: 6/4/2015 1 2 1 1 2 Badan Litbang Kesehatan, Kemenkes RI ABSTRAK Upaya dan kecepatan pencarian pengobatan akan mempengaruhi proses penularan virus Dengue. Individu yang mengalami viremia akan menjadi sumber virus bagi Aedes spp. Lama waktu ketidaktahuan individu dalam kondisi viremia memperbesar peluang menjadi sumber infeksi bagi lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya pencarian pengobatan penderita infeksi virus Dengue di Kota Sukabumi. Penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 125 penderita yang didiagnosa Demam Dengue (DD), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Dengue Shock Syndrome (DSS). Wawancara dilakukan kepada penderita di rumah sakit untuk memperoleh data upaya pengobatan dan dukungan lingkungan terhadap upaya pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 83,2% penderita langsung berobat ke RS, 9,7% berobat ke dokter praktek, 1,2% berobat ke puskesmas dan 5,3 % melakukan swamedikasi. Upaya lain yang dilakukan responden untuk mempercepat kesembuhan dengan mengkonsumsi jus (46,74%). Kesimpulan dari penelitian ini, sebagian besar (94,1%) upaya pencarian pengobatan pada penderita infeksi virus Dengue di Kota Sukabumi sudah tepat. Sementara upaya swamedikasi sebaiknya tetap disertai dengan upaya pengobatan ke fasilitas pengobatan modern milik pemerintah ataupun swasta. Kata kunci: pengobatan, DBD, Kota Sukabumi, penderita ABSTRACT Keywords: treatment, DHF, Sukabumi City, people Health seeking behavior and accuracy for treatments will affect the transmission of Dengue virus . Individuals with viremia would be a source of virus for Aedes spp. The length of time of their ignorance of the viremia condition in themselves will increase the likelihood of them becoming a source of virus for the environment. This study aims to identify health seeking behavior of Dengue patients in Sukabumi. This study is an observational study with cross sectional design. Number of samples were 125 patients that diagnosed with Dengue infection (DD, DHF, DSS). Interviews were conducted on patients in hospitals to obtain data treatment and support environmental efforts to attempt treatment. The results showed as much as 83.2 % of patients directly to the hospital for treatment, 9.7% went to the doctor practices, 1.2 % went to health centers and 5.3 % did self medication. Other efforts to could speed up respondents recovery with juice consumption (46.74%). The conclusion of this study, the majority (94.1%) the search for treatment in patients with dengue virus infection in Sukabumi was right. While swamedikasi (self-medication) efforts should be accompanied by treatment efforts modern facilities government or private . BALABA Vol. 11 No. 01, Juni 2015: 15-22 2 PENDAHULUAN daripada anak laki-laki. Angka kesakitan dan Penyakit infeksi virus Dengue adalah kematian DBD yang dilaporkan dari berbagai negara penyakit menular yang disebabkan oleh virus bervariasi dan disebabkan oleh beberapa faktor Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk antara lain status umur penduduk, kepadatan vektor, 1 Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menyerang semua tingkat penyebaran virus Dengue, prevalensi 1 orang dan dapat mengakibatkan kematian, terutama serotipe virus Dengue dan kondisi meteorologis. pada anak serta sering menimbulkan wabah. Secara Tidak semua orang yang digigit nyamuk keseluruhan, penderita Demam Berdarah Dengue Aedes sp. membawa virus Dengue akan terserang (DBD) tidak ada perbedaan jenis kelamin, tetapi demam berdarah. Orang yang mempunyai kekebalan kematian lebih banyak pada anak perempuan yang cukup terhadap virus ini tidak akan