Vol 4, No 2, Maret 2022; 518-531 ISSN 2654-5691 (online); 2656-4904 (print) Available at: e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh Copyright© 2022; Jurnal Teologi Berita Hidup, ISSN 2654-5691 (online), 2656-4904 (print)|518 Pedoman Etika Praktis Pelayanan Jemaat Berdasarkan 1 Petrus 5 : 1 – 4 Aldrin Purnomo aldrin.cares@gmail.com David Martinus Gulo martinusdavidgulo@gmail.com Gersom Situmorang gersomsitumorang@gmail.com Jontro Simanjuntak jontrosimanjuntak@yahoo.co.id Abstract Management is an important aspect in performing church service. A good, clean and clear management system with clear authority limits will affect the development of the congregation. In reality there are still many patterns of poor service management and resulting in the destruction of the ministry of the congregation and not a few that end in the tragic story of the servant. The abuse of authority and moral treatment that is not in accordance with the teachings contained in the Bible is precisely the cause of the collapse of a church ministry building. Therefore, an ethical guideline in the ministry of the congregation is required to anticipate all forms of arbitrariness that occur in the ministry of the church. This research provides a practical guideline for each congregation to create an ethical document that must be adhered to by all policy makers and implementers in a church ministry. The guidelines are based on the exegesis of text 1 Peter 5:1-4 by cross-examining with several ethical and compliance guidance documents issued by world-class companies. By conducting literature studies and focus group discussions, a practical guideline can be formed that can be used as a reference for the congregation to conduct clean, polite and fair management of church services. Keywords: ethics, obedience, church service, 1 Peter 5:1-4 Abstrak Manajemen merupakan aspek penting di dalam melakukan pelayanan jemaat. Sistem manajemen yang baik, bersih dan memiliki batasan-batasan wewenang yang jelas akan berpengaruh terhadap perkembangan jemaat. Dalam kenyataannya masih banyak ditemukan pola manajemen pelayanan yang buruk dan berakibat kepada hancurnya pelayanan jemaat dan tidak sedikit yang berakhir pada kisah tragis dari sang pelayan. Penyalahgunaan wewenang dan perlakukan moral yang tidak sesuai dengan ajaran yang terdapat di dalam Alkitab justru menjadi penyebab runtuhnya sebuah bangunan pelayanan jemaat. Untuk itu diperlukan sebuah pedoman etika di dalam pelayanan jemaat sangat diperlukan untuk mengantisipasi segala bentuk kesewenang-wenangan yang terjadi di dalam pelayanan jemaat. Penelitian ini memberikan sebuah pedoman praktis bagi setiap jemaat untuk membuat sebuah dokumen etika yang harus ditaati oleh seluruh pemangku kebijakan dan pelaksana dalam sebuah pelayanan jemaat. Pedoman yang didasarkan kepada eksegesis teks