RPT- 11 SENATIK Vol. II, 26 November 2016, ISSN: 2528-1666 Estimasi Nilai Faktor Intensitas Tegangan (K I ) Tipe Dengan Metode Numerik Hendrix Noviyanto Firmansyah Program Studi Teknik Penerbangan, Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Abstract Crack on an aircraft structures is very dangerous and will lead to hazard if it’s ignored. Crack will growth and life cycle. There are many methods that can estimate the values of the SIF. Numerical I Displacement extrapolation and VCCT need displacement nodal and nodal force to determine the SIF.. in order to acquire displacement nodal and nodal force, modeling and analyzing using MSC Patran/Nastran is needed. The Result shows that the displacement extrapolation method have small error than the VCCT. Displacement extrapolation percentage error is 5.6 % and for the VCCT percentage error is 11.95. in this research, we suggest using the displacement extrapolation method I . Keywords : center crack, displacement extrapolation, VCCT, FEM 1. Pendahuluan Kerusakan struktur dapat terjadi karena berbagai proses. proses manufacturing, desain struktur yang cacat, atau saat operasi dapat menyebabkan kerusakan struktur. Retak yang terjadi pada material atau komponen struktur akan sangat berbahaya jika didiamkan saja. Retak terjadi menyebabkan singularitas pada ujung retak yang mana nilai tegangan yang terjadi sangat tinggi atau mencapai tanpa batas ( ). Nilai yang berpengaruh pada fenomena retak adalah faktor intensitas tegangan (stress intensity factor) dengan simbol (K). Nilai K akan berbeda untuk mode maupuan letak retak yang terjadi pada material ataupun pada komponen. Terdapat 3 mode pada fenomena retak, yaitu mode I (opening mode), Mode II ( sliding mode), dan Mode III (tearing mode). Analisa tegangan yang dilakukan hanya pada daerah di sekitar ujung retak sangat penting untuk diketahui karena nilai tersebut menentukan laju rambat retak dan lama material atau komponen tersebut gagal. Beberapa metode numerik yang dapat digunakan untuk mencari nilai K adalah dengan displacement extrapolation, dan Virtual . Pada kedua metode ini menggunakan perpindahan nodal (displacement) pada daerah sebelum ujung retak untuk memprediksi nilai K yang terjadi. Untuk mendapatkan displacement atau perpindahan tersebut dapat menggunakan metode elemen hingga ( ). Pada penelitian ini akan menggunakan metode elemen hingga dan metode displacement extrapolation dan VCCT untuk mencari nilai Stress Intensity Factor (SIF) pada plat tipis dengan retak tengah. Perhitungan niliai Stress Intensity Factor secara analitik digunakan sebagai pembanding. Hasil perbandingan dapat memberikan pertimbangan dalam pemilihan metode untuk mencari nilai stress intensity factor. 2. Tinjauan Pustaka Venkatesha B K, Prashanth K P dan Deepak Kumar T (2014), dengan penelitian yang berjudul Investigation of Fatigue Crack Growth Rate in Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Kedirgantaraan (SENATIK) Vol. II, 26 November 2016, ISSN: 2528-1666