Perencanaan Pengembangan Kawasan Wisata Banyuurip Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlinggo Kabupaten Bantul 12 Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol.2, No.1, Juli 2020 e-ISSN : 2656-7415 https://ejournal.unhi.ac.id/index.php/space PERENCANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BANYUURIP DESA JATIMULYO, KECAMATAN DLINGGO, KABUPATEN BANTUL Eka Widyaningsih Program Studi Arsitektur, Universitas PGRI Yogyakarta eka.widya.jpr@gmail.com Abstract Two objectives of this study are the development of tourism potentials and the environmental conservation in Banyuurip tourism area, Jatimulyo Village, Dlinggo District, Bantul Regency, Special region of Yogyakarta. Our goal is to improve the physical quality of the site for competitive capacity. The issue concerning comprehensive spatial planning, tourist attractions, and optimization of human resources should be address more seriously. The spatial planning development concept applies in Banyuurip area should covered 4 planning approaches (4A) : Attraction, Accessibility, Amenity, and Ancillary. Keywords: Tourism, conservation, enviroment Abstrak Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi pariwisata dan konservasi lingkungan di Kawasan Wisata Banyuurip, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlinggo, Kabupaten Bantul. Sehingga Kawasan wisata ini dapat berkembang sebagai kawasan tujuan wisata yang kompetitif. Permasalahan yang ada di Kawasan Wisata Banyuurip adalah belum adanya penataan ruang yang komperhensif, belum atraktif dalam pengemasan atraksi pariwisata, dan belum maksimalnya SDM dalam pengelolaan Kawasan Wisata Banyuurip. Konsep pengembanagn Kawasan Wisata Banyuurip, menggunakan pendekatan penataan ruang dan komponen pengembangan pariwisata 4A, yaitu; attraction, accessibility, amenity dan ancilliary Kata kunci: Pariwisata, konservasi, lingkungan Pendahuluan Desa Jatinom, Kecamatan Dlinggo, Kabupaten Bantul, memiliki berbagai potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). SDA Desa Jatinom antara lain: bentang alam perdesaan, sungai permukaan, dan juga sumber mata air yang disebut Sendang Banyuurip atau Sendang Penguripan. Sedangkan potensi SDM, antara lain kerajinan-kerajinan dan seni budaya yang berkembang di Desa Dlinggo. Sendang Banyuurip ini terkait erat dengan Legenda Sunan Geseng atau Jebeng Cokro Joyo, yang merupakan salah satu murid Sunan Kalijaga. Dan berdasarkan cerita juru kunci, Sendang Banyuurip ini pernah dipakai untuk mandi oleh GPH Mangkubumi Selain Sendang Banyuurip, peninggalan lain dari Sunan Geseng adalah Jati Kluwih dan Watu Sego, dan juga kawasan sungai Oyo. Berdasarkan survey lapangan, Kawasan Wisata Banyuurip, terutama Sendang Banyuurip ini selalu dikunjungi oleh wisatawan. Pengunjung akan mencapai puncaknya pada malam Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon. Pengembangan potensi Kawasan Wisata Banyuurip sebagai kawasan wisata didukung potensi wisata daerah sekitar yang terlebih dahulu sudah tertata dan dikenal oleh masyarakat luas. Kawasan wisata tersebut antara lain; wisata, seperti Puncak Becici, Hutan Pinus, Bukit Bintang, Hutan Turunan, dan Air terjun Sri Gethuk. Sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang dikembangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Bnatul. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY menegaskan pengakuan negara terhadap kekhasan/keistimewaan yang dimiliki DIY. Kewenangan keistimewaan DIY yang terkait dengan kepariwisataan meliputi kebudayaan, pertanahan dan tata ruang. Dan merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 11 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021 menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor strategis. Hal ini dikarenakan sektor pariwisata memberikan dampak berantai terhadap perekonomian daerah. Kegiatan kepariwisataan diharapkan dapat membantu peningkatan pendapatan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Pengembangan destinasi pariwisata difokuskan pada pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Daerah dan peningkatan daya tarik serta pelayanan pariwisata. Pada bagian program bidang Pariwisata, disebutkan antara lain : a. Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata,