100 E-ISSN : 2540-8232, ISSN : 1829-8257 IAIN Palangka Raya Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Volume 13, Nomor 1, Juni 2017 Interpretasi Multikulturalisme Agama Dan Pendidikan Desi Erawati IAIN Palangka Raya desi_hana09@yahoo.com Abstract Multicultural of meaning can be understand various aspects of life , but more often come to the surface when touched by religious and multicultural education. Pluralist in about have a religion always touted though still much conflict do in the name of religion. In the world of education , just as the discourse of multicultural education, theory , concept , or the like is not on the level of the students have not his actions to realize in life should be. Conceptually speaking , should probably dig the meaning of multicultural local wisdom in the sphere of culture , in order to preserve the local culture and inheritance until not even left forgotten . Huma Betang is a special custom home Dayak tribe , meaning the philosophy contained in it is to appreciate , appreciate the diversity and united together. In this paper highlights how multicultural about have a religion can be understood in the domain and in the domain of education is not merely a matter of discourse but be applicable in understanding the life of nation and state . Keywords: Interpretation, Multikulturalism, Religion, Education A. Pendahuluan Bumi nusantara Indonesia menurut data tahun 2008, wilayah datarannya sekitar 2.000.000 km 2 dan luas wilayah perairannya sekitar 3.000.000 km 2 ; jumlah pulaunya lebih dari 17.000 dan dihuni lebih dari 230 juta jiwa. Juga kaya dengan nilai sosio budaya yang luhur, sebagai nilai pandangan hidup bangsa. Warisan ini harus dijaga dan dilestarikan oleh segenap bangsa Indonesia, terutama oleh generasi muda. Menjadi tanggung jawab bersama bahwa bagaimana generasi muda mampu melakukannya, mereka harus dididik menjadi warganegara yang cerdas dan baik (smart and good citizen). Jika perhatian sejenak kita arahkan pada kondisi sosial budaya, maka negara bangsa (nation-state) Indonesia terdiri atas sejumlah besar kelompok–kelompok etnis, budaya, agama dan lain–lain. Hefner mengilustrasikan Indonesia sebagaimana juga Malaysia dan Singapura memiliki warisan dan tantangan pluralisme budaya (cultural pluralism). Kemajemukan masyarakat Indonesia paling tidak dapat dilihat dari dua cirinya yang unik, pertama secara horizontal, ia