Sport Science and Health, 3(9), 2021, 663–669 ISSN: 2715-3886 (online) DOI: 10.17977/um062v3i92021p663-669 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kejadian Keputihan Shabrina Yuamita Ilmassalma, Hartati Eko Wardani*, Anindya Hapsari Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia *Penulis korespondensi, Surel: hartati.eko.fik@um.ac.id Paper received: 31-9-2021; revised: 14-9-2021; accepted: 21-9-2021 Abstract Vaginal discharge is a condition that is often experienced by women throughout their lives from adolescence to menopause. Often considered as a symptom or disorder in the reproductive organs. At the age of 15-24 years as many as 45 percent of 2.9 million Indonesian women experience vaginal discharge. This situation, it is necessary for every individual to realize how to handle it properly. The results of the preliminary study were 90 percent of respondents who experienced vaginal discharge. The purpose of this study was to determine how significant the relationship between knowledge and attitudes towards the incidence of vaginal discharge was in students of the Faculty of Sports Science Class of 2019 State University of Malang. The type of research used is quantitative correlation with cross sectional approach. The population in this study were 197 female students with 134 female students who were sampled using the proportional stratified random sampling technique. Data were analyzed using Spearman's test with the result that there was no significant relationship between knowledge and the incidence of vaginal discharge (p equals 0.520) and there was no significant relationship between attitudes and the incidence of vaginal discharge (p equals 0.651). Keywords: leucorrhoea; teenagers; knowledge; attitude Abstrak Keputihan merupakan keadaan yang sering dialami wanita sepanjang hidupnya mulai dari remaja hingga menopause. Sering dianggap sebagai sebuah gejala maupun kelainan organ reproduksi. Pada usia 15-24 tahun sebanyak 45 persen dari 2,9 juta wanita Indonesia mengalami keputihan. Pada keadaan tersebut perlu adanya kesadaran setiap individu dengan cara melakukan penanganan dengan baik. Hasil studi pendahuluan terdapat 90 persen responden yang mengalami keputihan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa bermaknanya hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kejadian keputihan pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan Angkatan 2019 Universitas Negeri Malang. Penelitian yang digunakan ialah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 197 mahasiswi dengan 134 mahasiswi yang dijadikan sampel dengan menggunakan teknik Proportionate stratified random sampling. Hasil analisis menggunakan uji Spearman ialah tidak ada hubungan yang bermakna pada dua variabel yang diteliti dengan kejadian keputihan (p sama dengan 0,520) dan (p sama dengan 0,651). Kata kunci: keputihan; remaja; pengetahuan; sikap 1. Pendahuluan Rentang usia dari World Health Organization (WHO) terbaru menyebutkan bahwa usia muda ada pada usia 10-14 tahun, usia remaja 15-19 tahun, dan dewasa muda 20-24 tahun. Perubahan paling mencolok yang dialami remaja adalah perubahan fisik saat pubertas. Berbagai perubahan yang dialami remaja dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan, khususnya masalah kesehatan reproduksi remaja. Masalah kesehatan remaja yang cukup sering terjadi adalah terjadinya keputihan (leukorrhea/fluor albus) pada remaja wanita.