Se m ina r Na sio na l Te kno lo g i Info rm a si d a n Multim e d ia 2014 STMIK AMIKO M Yo g y a ka rta , 8 Fe b rua ri 2014 ISSN : 2302-3805 2.07-47 EVALUASI SIGIZI DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN TRENGGALEK DENGAN PEMODELAN ENTENDED TAM Wing Wahyu Winarno 1) , Dani Adhipta 2) , Nurul Hudha Triana 3) 1), 2) 3) Elektro & Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Jl. Grafika No.2 Kampus UGM Yogyakarta Email : maswing@gmail.com 1 ) , dani@ugm.ac.id 2) , nurulhuda.cio.8a@ugm.ac.id 3) Abstrak Sistem Informasi GIZI (SIGIZI) merupakan program pelaporan sederhana berbasis situs web dan sms gateway. Dengan adanya pelaporan ini informasi mengenai balita gizi buruk dapat dikirim dengan cepat dan cepat pula ditangani.. Penerimaan merupakan faktor utama apakah program ini akan bermanfaat sesuai dengan tujuannya atau tidak. Sehingga evaluasi penerimaan terhadap SIGIZI merupakan hal yang harus dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan jumlah sebanyak 30 responden dari Dinas Kesehatan dan 22 Puskesmas Kabupaten Trenggalek. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dan diukur dengan skala Likert. Metode analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS) dengan menggunakan software SMARTPLS. Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan pengaruh faktor-faktor penggunaan SIGIZI di Dinas Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan model evaluasi Technology Acceptance Model, Computer Self Efficacy, dan Gender. Dari hasil penelitian ini juga diharapkan bisa memberikan rekomendasi untuk perbaikan SIGIZI di Kabupaten Trenggalek. . Kata kunci: SIGIZI, TAM, CSE, PLS. 1. Pendahuluan Era digital saat ini merupakan era dimana kita memanfaatkan teknologi informasi secara optimal 1 . Masyarakat Indonesia pemanfaatan teknologi informasi atau internet ini pada tahun 2012 sebanyak 55.000.000 dan merupakan 5% dari pengguna di asia sedangkan pengguna facebook pada tahun 2013 adalah sebanyak 51,096,860 jiwa [1]. e-government merupakan aplikasi berbasis komputer dan internet yang digunakan untuk meningkatkan hubungan dan layanan pemerintah kepada masyarakat (G2C), hubungan antara pemerintah dengan perusahaan (G2B) dan hubungan dengan pemerintah daerah atau pemerintah lain (G2G) [2]. Fungsi e-gov adalah untuk mengimplementasikan Good Governance yang akan menjamin transparansi, efisiensi, dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, pemerintah telah menggunakan TIK dalam rangka mewujudkan tujuan itu hal ini sesuai dengan yang tercantum dalam peraturan menteri kominfo no 41 tahun 2007. Dinas kesehatan kabupaten merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di bidang kesehatan. Program gizi adalah salah satu bidang yang ditangani dinas kesehatan. Dengan adanya sistem pelaporan berbasis internet dan handphone (SMS gateway) menimbulkan permasalahan kemudahan dan penerapan teknologi baru hal ini tentu akan mempengaruhi penerimaan sistem pelaporan bagi petugas gizi. Untuk mengetahui penerimaan pelaporan SIGIZI ini dilakukan evaluasi menggunakan model TAM dan CSE Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui apakah integrasi computer self efficacy (CSE) pada technology acceptance model (TAM) dapat mengidentifikasi faktor- faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelaporan SIGIZI di Kabupaten Trenggalek 2. Mengetahui apakah gender menjadi variabel mediator/perantara yang signifikan pada model tersebut. Penelitian untuk mendalami faktor keputusan individu untuk menggunakan teknologi adalah Theory Acceptance Model (TAM) (Davis, 1989). [3] Teori ini disesuaikan dengan konteks IS, dirancang untuk memprediksi penerimaan teknologi informasi dan penggunaan pada pekerjaan. Tidak seperti TRA, konseptualisasi akhir TAM mengecualikan konstruk sikap dalam rangka untuk lebih menjelaskan maksud dan konsep kesederhanaan model. Hwang dan Yi (2002) juga melakukan penambahan Computer self efficacy sebagai konstruk yang mempengaruhi perceived ease of use dan actual use [4]. Computer self efficacy telah dimasukkan dalam konstruk model enkstensi pada TAM (Reid dan Levy, 2008) meskipun pada penelitiannya yang berpengaruh signifikan adalah trust[5] namun self efficacy dibuktikan adalah faktor penting yang mempengaruhi kinerja seseorang (Stakojvik & Luthans, 1998; Bandura, Abert, 1993). [6] [7] Perceived ease of use merupakan "Tingkat kepercayaan bahwa menggunakan sistem tertentu akan tanpa