JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 8, No. 2 (2019), 2337-3520 (2301-928X Print) G40 AbstrakSaat ini Indonesia dihadapkan dengan sebuah fenomena perubahan kebutuhan masyarakat dalam berbelanja, yang dulunya berbelanja secara luring (offline), perlahan-lahan mulai beralih menjadi berbelanja secara daring (online). Hal ini akan berdampak, juga menjadi tuntutan pada rancangan sebuah obyek pusat perbelanjaan/mall. Karena sesuai namanya, yang merupakan tempat perbelanjaan, sehingga fasilitas-fasilitas didalammnya harus menunjang para pengunjungnya agar tertarik untuk berbelanja. Persepsi Visual merupakan salah satu upaya yang selalu dijadikan hal utama untuk menarik perhatian pengunjung. Karena visual merupakan indera manusia yang paling sering digunakan dengan baik. Sehingga memunculkan persepsi memalui hal-hal yang berhubungan dengan visual akan memudahkan terciptanya daya tarik masyarakat dalam hal berbelanja, khususnya berbelanja pakaian. Dalam obyek rancangan ini, pusat perbelanjaan yang dirancang, menggabungkan antara aktivitas berbelannja daring (online) dan luring (offline), dimana dalam elemen-elemen desain rancangan ini sangat memperhatikan dan menggunakan sebuah pendekatan persepsi visual. Kata KunciDaring, Luring, Persepsi Visual, Pusat Perbelanjaan. I. PENDAHULUAN ERBELANJA secara daring (online) saat ini bukanlah hal yang asing lagi bagi masyarakat, bahkan sudah menjadi kebiasaan karena orang dapat berbelanja kapan saja dan dimana saja menggunakan gadget nya, baik di dirumah, sekolah, bahkan kantor, dll. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran untuk dapat merancang sebuah tempat perbelanjaan dengan menggabungkan system berbelanja daring dan luring. Untuk mempermudahnya, maka dibuatlah diagram mapping dengan mengkelompokkan kebutuhan mall pada umumnya dengan kebutuhan masyarakat saat ini dalam berbelanja, sehingga terciptalah sebuah mall atau pusat perbelanjaan yang baru [1]. (Gambar 1). Engel, Blackwell, dan Miniard (1995) mengungkapkan bahwa persepsi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan. Namun jenis persepsi apakah yang paling mempengaruhi seseorang dalam berbelanja baik secara online/daring maupun luring (offline) ? Jika melihat kembali hal dasar apa yang paling mempengaruhi seseorang untuk berbelanja suatu barang baik secara daring maupun luring adalah sebuah tampilan luarnya, baik desain luar toko, website, tampilan baju,dsb. Tampilan ini akan sangat mengandalkan indera penglihatan atau visual seseorang[2]. Persepsi yang dimunculkan oleh tampilan toko ataupun mall itu sendiri, akan memberikan persepsi yang berbeda-beda terhadap tiap orang, sehingga orang tersebut dapat memutuskan untuk mengunjungi toko tersebut atau tidak. Sebagai contoh dari pentingnya sebuah persepsi visual adalah ketika kita berbelanja secara online, kita hanya disajikan display gambar yang memang dibuat menarik mata, mulai dari unsur warna nya, desain bajunya, dll. Walaupun calon pembeli ini tidak bisa merasakan langsung barangnya, bahkan mengecek kualitas barang tersebut, orang tersebut tetap membelinya. Bahkan tidak jarang ketika seseorang telah menerima barang tersebut, tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Karena sebelum membelinya mereka telah membayangkan bagaimana teksturnya, rasanya, dll. Yang tentunya ditunjang dengan pengalaman mereka sebelumnya terhadap barang yang menyerupai atau bahkan sama dengan barang tersebut. Maka dari itu, pendekatan yang dipilih untuk merancang bangunan mall ini adalah dengan pendekatan Persepsi Visual. Dalam dunia arsitektur, desain dan interior persepsi yang diharapkan terkadang dibuat tidak sesuai dengan persepsi umum. Hal ini dapat tercipta melalui ilusi optik. Menurut Nicholas J. Wade, dalam bukunya yang berjudul Perception and Illusion, “sebuah ilusi terjadi ketika sebuah objek yang sama tampak memiliki sifat yang berbeda dalam situasi yang berbeda pula” (Wade, 2003). [3] Namun Ilusi optik yang dimunculkan tidaklah terlalu berlebihan, sehingga ilusi optik inilah yang terkadang digunakan oleh suatu tampilan toko dalam mempengaruhi persepsi visual pengunjungnya untuk sekedar masuk ke dalam toko maupun ke dalam mall itu sendiri untuk sekedar melihat-lihat atau bahkan membeli produk di dalamnya. Sedangkan Persepsi Visual adalah kemampuan dalam menginterpretasikan atau memaknai lingkungan sekitar yang berkaitan dengan cahaya. Gambar 1. Diagram Area Fokus dan Konsep. Persepsi Visual dalam Rancangan Pusat Belanja Daring dan Luring Berliani Ghea Ghassani dan Collinthia Erwindi Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: c_erwindi@arch.its.ac.id B