BASASTRA Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya Volume 5 Nomor 1, April 2017, ISSN I2302-6405 184 ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM TALK SHOW RADIO SWIBA KARANGANYAR SEBAGAI MATERI AJAR TEKS EDITORIAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Nanda Shiddiq Nur Mustaqim, Kundharu Saddhono, Ani Rakhmawati Universitas Sebelas Maret Surel: mustaqim_nanda@yahoo.com Abstract:This analysis explain and describe: 1) Kind of speech act in Talk show Pajak Pratama in Radio Swiba Karanganyar; 2) Context of speech act talk show Pajak Pratama in Radio Swiba Karanganyar; 3) The relevance between speech act in talk show Pajak Pratama and editorial text teaching material in senior high school. This kind of analysis using description qualitative. The result of the research indicates the speech act in talk show Pajak Pratama in Radio Swiba Karangnatar include locution, Illocution, and perlocution. The result of this study proves that talk show Pajak Pratama on the Radio Swiba Karanganyar can be used as teaching materials editorial text in senior high school. Keywords: Speech act, talk show Pajak Pratama, editorial text Abstrak: Penelitian ini menjelaskan dan mendeskripsikan (1) jenis-jenis tindak tutur dalam talk show Pajak Pratama di Radio Swiba Karanganyar; (2) maksud yang terkandung dalam tindak tutur talk show Pajak Pratama di Radio Swiba Karanganyar; (3) Relevansi tindak tutur dalam talk show Pajak Pratama dengan materi ajar teks editorial di sekolah menengah atas.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitiaif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur dalam talk show Pajak Pratama di Radio Swiba Karanganyar meliputi tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa talk show Pajak Pratama di Radio Swiba Karangayar dapat dijadikan sebagai materi ajar teks editorial di sekolah menengah atas. Kata Kunci : tindak tutur, talk show Pajak Pratama, teks editorial PENDAHULUAN Radio saat ini masih memiliki peranan penting sebagai media penyebar informasi. Hal ini dikarenakan radio hingga saat ini masih memiliki pendengar setia dalam setiap acaranya. Hal tersebut didukung oleh pemilik Oz Radio Indonesia yang menyatakan bahwa sampai kapanpun radio akan masih dibutuhkan (Aliasnyah, 2015; 7). Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini radio semakin di tinggalkan oleh masyarakat.