19 Vektora Volume 6 Nomor 1, Juni 2014: 19 - 26 DETEKSI PENANDA PENINGKATAN VIRULENSI NON STRUKTURAL PROTEIN (NS1) VIRUS AVIAN INFLUENZA H5N1 ASAL INDONESIA Arief Mulyono Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga Email: arief.munich@gmail.com dETEcTIon oF mARKERs oF IncREAsEd vIRuLEncE non sTRucTuRAL pRoTEIn (nsI) AvIAn InFLuEnzA vIRus h5n1 FRom IndonEsIA Abstrak Protein NS1 adalah protein multifungsi yang memainkan peran kunci dalam patogenesis dan virulensi virus avian infuenza H5N1. Substitusi asam amino P42S, D92E, F103I, M106I, dan delesi 5 asam amino di posisi 80 - 84 dilaporkan meningkatkan virulensi virus avian infuenza H5N1. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa virus avian infuenza di Indonesia mengalami perubahan dinamis. Studi ini akan menganalisis motif asam amino yang menjadi penanda peningkatan virulensi pada sekuen protein NS1 virus avian infuenza H5N1 asal Indonesia. Data sekuen asam amino protein NS1 diperoleh dari database GeneBank dan Gisaid. Analisis data menggunakan Bioedit software. Hasil analisis menunjukkan subtitusi asam amino dari prolin ke serin di posisi 42 (P42S) dan delesi 5 asam amino di posisi 80 – 84 telah ditemukan pada virus avian infuenza asal Indonesia, akan tetapi tidak ditemukan substitusi asam amino aspartat ke glutamat diposisi no 92 (D92E) dan tidak ada yang mengalami 2 substitusi asam amino sekaligus diposisi 103 dan 106. Kata kunci: H5N1, NS1, Indonesia Abstract NS1 protein is a multifunction protein that plays key role of pathogenesis and virulence of avians infuenza virus H5N1. The amino acid substitution at the position P42S, D92E, F103I, M106I and 5 amino acid deletion at the position 80 to 84 in NS1 protein reported increasing virulence of avians infuenza virus H5N1. Several studies showed avians infuenza virus H5N1 in Indonesia has dynamic changed. This study aimed to analyze the markers of virulence of NS1 protein sequences of all H5N1 virus isolates from Indonesia. The source of NS1 protein sequence data gene obtained from GeneBank and Gisaid. Data were analyzed using Bioedit software. The Results showed the isolates from Indonesia had substitutions P42S and 5 amino acids deletions at positions 80-84 resulting in the potential for increased virulence of the virus. However, amino acid substitution at the position D92E, F103L and M106I substitution were not found. Keywords: H5N1, NS1, Indonesia Submitted: 14 Februari 2014, Review 1: 7 Maret 2014, Review 2: 6 April 2014, Eligible article: 23 Mei 2014 PENDAHULUAN Avian infuenza adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus infuenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Sampai bulan April 2014 di Indonesia tercatat 195 kasus positif terinfeksi virus avian infuenza dan 163 orang diantaranya meninggal dunia (WHO, 2014). Hospes alami virus H5N1 adalah unggas, akan tetapi pada kenyataannya dapat menyerang manusia dan menimbulkan kematian (Kumar et al., 2006). Kombinasi seluruh fragmen gen (genetic makeup) virus H5N1 tampaknya secara bersama-sama menentukan apakah suatu galur dapat menginfeksi manusia atau mamalia. Secara umum rentang inang dan patogenesis virus H5N1 bersifat poligenik, yaitu faktor determinan untuk rentang