ALOTROP, Jurnal Pendidikan dan Ilmu Kimia, 2018:2(1):25 –32 ISSN 2252-8075 Prasiwi D., Agus Sundaryono, Dewi Handayani 25 AKTIVITAS FRAKSI ETANOL DARI EKSTRAK DAUN Peronema canescens TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN Plasmodium berghei Dhea Prasiwi 1 , Agus Sundaryono 2 , Dewi Handayani 3 Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Bengkulu e-mail : dheaprasiwi@gmail.com Abstract [THE ACTIVITY OF THE Peronema canescens LEAVES ETHANOL EXTRACTS FRACTION AGAINST Plasmodium berghei GROWTH RATE ] The purpose of this research was to identify the secondary metabolites of compounds contained in the fraction of ethanol from leaves of Peronema canescens (Sungkai) as well as to measure the level of activity of ethanol fraction antiplasmodium leaf P.canescens against the male mice (Mus musculus) infected with Plasmodium berghei which is parasitic hemaprotozoa that can cause malaria in rodents such as rats and mice as well as molecular similarity with the parasite Plasmodium. falciparum that causes malaria in humans. The methods used in this study i.e. in maceration extraction methods to attract secondary metabolite compounds from the leaves of P.canescens followed by oil bath method to get a fraction of ethanol with the purpose of separating polar compounds from a mixture of secondary metabolite compounds contained in the sample leaf P.canescens. Assay activity against antiplasmodium males mice infected with P. berghei is done by dividing into the 5 mice group treatment i.e. Group K (-) that are quads, group K (+) given kloroquin anti malarial drug, and P 1 , P 2 , P3, which each group was given a dose of ethanol fraction from leaves of P. canescens with each dose of 0.028 (P1); 0.056 (P2), and 0.0084 g/kgBB (P3).The results of research conducted showed that administering ethanol fraction from leaves of P. canescens antimalarial activity can increase with very real on the best dose of kg BB 0084 g i.e. with the percentage inhibition of 54.06%. Keywords : Peronema canescens; Plasmodium berghei; Mus musculus. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi golongandarisenyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam fraksi etanol daridaun Peronema canescens(Sungkai) sertauntuk mengukurtingkat aktivitas antiplasmodium dari fraksi etanol daun P.canescens terhadap mencit jantan ( Mus musculus) yang terinfeksi Plasmodium berghei yang merupakan parasit hemaprotozoa yang dapat menyebabkan penyakit malaria pada hewan pengerat seperti tikus dan mencit serta memiliki kesamaan molekular dengan parasit Plasmodium .falciparum penyebab malaria pada manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ekstraksi secara maserasi untuk menarik senyawa metabolit sekunder dari daun P.canescens yang dilanjutkan dengan metode fraksinasi untuk mendapatkan fraksi etanol dengan tujuan memisahkan senyawa-senyawa polar dari campuran senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada sampel daun P.canescens. Uji aktivitas antiplasmodium terhadap mencit jantan yang terinfeksi P.berghei dilakukan dengan membagi menjadi mencit 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok K(-) yang diberi aquades, kelompok K(+) diberi obat antimalaria kloroquin, dan kelompok P 1 , P 2 , P 3 , yang masing-masing kelompok diberi dosis fraksi etanol dari daun P.canescensdengan dosis masing-masing sebesar 0,028 (P 1 ), 0,056 (P 2 ), dan 0,0084 g/kgBB (P 3 ). Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pemberian fraksi etanol dari daun P.canescens mampu meningkatkan aktivitas anti malaria dengan sangat nyata pada dosis terbaik sebesar 0.084 g/kgBB yaitu dengan persentase penghambatan sebesar 54,06% . Kata kunci : Peronema canescens; Plasmodium berghei; Mus musculus. PENDAHULUAN Berbagai tanaman sejak waktu yang lama telah diketahui memiliki khasiat sebagai tanaman obat tradisional karena kandungan berbagai se- nyawa kimia yang dikenal sebagai metabolit sekunder [1]. Metabolit sekunder dalam suatu ta- naman memiliki berbagai mekanisme yang mam- pu mengobati berbagai gejala penyakit pada ma- nusia [2]. Berbagai kandungan senyawa kimia Di dalam metabolit sekunder antara lain adalah berupa senyawa-senyawa flavonoid, alkalod, ter- penoid, steroid dan sebagainya [3], baik yang ter- kandung di dalam sel tanaman ataupun mikro- organisme endofit pada tanaman tersebut [4]. Ke- beradaan dari berbagai senyawa inilah yang menyebabkan adanya aktivitas anti oksidan dan anti bakteri dari suatu metabolit sekunder [5] se- hingga memiliki effek sebagai bahan obat-obatan [6] dan bahan anti mikroba [7]. Salah satu tanam-