Sugiarto Pramono Perjuangan Menuju Fair Trade: Pengalaman APIKRI dalam memediatori pengrajin lokal dan D’ Best Furniture dalam mensiasati eco-labeling SPEKTRUM Vol. 12, No. 2, Juli 2012 Jurnal Ilmu Politik Hubungan Internasional PERJUANGAN MENUJU FAIR TRADE: PENGALAMAN APIKRI DALAM MEMEDIATORI PENGRAJIN LOKAL DAN D’ BEST FURNITURE DALAM MENSIASATI ECO-LABELING Sugiarto Pramono Staf Peneliti pada Center for ASEAN Society Studies (CASS), Fisip, Unwahas Email: sugiartop@gmail.com Abstract This paper describes the experience of two types of fair trade actors, APIKRI and D'Best Furniture (first: non governmen organization and second: companies) in the fight for fair trade values. Commitment to the values of justice in the midst of market anarchism is a tough job. Orientation profit alone often makes the market justifies a variety of ways. Both organizations use creativity to still be able to survive in the anarchic market dynamics. Key Word: Fair Trade, fairness, Free Trade A. Pendahuluan Liberalisasi ekonomi tidak sedang menepati janjinya ketika berbagai data statistik menunjukan trend positif laju pertumbuhan kemiskinan di dunia 1 . Berbagai argumentasi dibangun guna membungkam fakta empirik kemiskinan yang terbukti telak merupakan produk dari pasar bebas. Tidak hanya kemiskinan yang semakin menggila, wajah ekonomi pasar semakin bopeng dengan aneka temuan kerusakan lingkungan. Efek rumah kaca, banjir, kekeringan, terancamnya eksistensi satwa langka hingga gempa dan tsunami yang muncul akibat hilangnya 1 Lihat misalnya data yang dipublikasikan oleh: The hunger project. Know Your World: Facts About Hunger and Poverty. Diakses dari: http://www.thp.org/learn_more/issues/know_your_world_facts_abou t_hunger_and_poverty?gclid=CJKo9POf-LMCFUd66wodhFIA4g keseimbangan alam karena eksploitasi besar-besaran perusahaan-perusahaan raksasa multinasional menjadi bukti tak terbantah betapa di dalam sistem ekonomi kapitalis terkandung nilai-nilai ketidakadilan (unfairness). Konteks ketimpangan ekonomi global juga berpengaruh terhadap aneka dimensi kehidupan umat manusia yang lainnya, inilah yang menjadi pemicu munculnya gagasan dan gerakan fair trade (perdagangan yang adil) pada tahun 1943 oleh para aktivisnya di Amerika Serikat dan Guatemala 2 . Women traficking telah menyulut gerakan berbasis keadilan di Guatemala dan menjadi salah satu tonggak penting bersejarah bagi perkembangan fair trade 2 Wawancara dengan Amir Panzuri (Direktur APIKRI), Selasa, 14 Juni 2011di kantor APIKRI, Jl. Imogiri Barat Km.4,5 No.163A.