1 ) Alumni, 2,3 ) Dosen Jurusan Magister Pendidikan Matematika PPs Unsri PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA NON RUTIN DI SMA XAVERIUS 4 PALEMBANG Billy Suandito 1 , Darmawijoyo 2 , Purwoko 3 . Abstrak : Menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), tujuan pembelajaran matematika antara lain menggunakan penalaran pada pola, membuat generalisasi, memecahkan masalah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan juga menyebutkan fokus dalam pembelajaran Matematika adalah pemecahan masalah terbuka dengan solusi tak tunggal, dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian . Oleh karena itu, perlu dikembangkan soal yang dapat menimbulkan kemampuan siswa untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal non rutin yang valid dan praktis. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan ( development research) yang terdiri dari analisis, desain, evaluasi dan revisi. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis untuk melihat valid dan praktis soal non rutin. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Xaverius 4 Palembang yang berjumlah 32 orang, dengan kesimpulan (1) prototip soal yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis.(2) berdasarkan proses pengembangan diperoleh bahwa prorotip perangkat soal yang dikembangkan memiliki efek potensial terhadap kemampuan siswa mengerjakan soal matematika non rutin siswa kelas XI IPA SMA Xaverius 4 Palembang. Hal ini terlihat dari hasil tes siswa dengan rata – rata 31,94 pada rentang 12 sampai 48, dengan kategori baik. Oleh karena itu soal – soal yang dikembangkan dapat digunakan. Kata kunci : soal matematika non rutin. Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Matematika mempunyai kelebihan lain dibandingkan dengan bahasa verbal . Matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Matematika diperlukan oleh semua disiplin keilmuan untuk meningkatkan daya prediksi dan kontrol dari ilmu tersebut (Jujun, 2001). Menurut Kline (1978) Matematika dipakai sebagai alat bantu untuk menunjang pembelajaran ilmu lain seperti Fisika, Kimia, Astronomi, Hukum dan sebagainya. Perhitungan matematis menjadi dasar bagi ilmu teknik. Pembelajaran Matematika akan lebih bermakna bagi siswa karena siswa mengetahui bahwa pelajaran Matematika bermanfaat bagi diri sendiri maupun kehidupannya. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tujuan pembelajaran Matematika yaitu: Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain