1 TEKNOBUGA Vol. 8 No.1 (2020) JURNAL TEKNOLOGI BUSANA DAN BOGA https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/teknobuga/index Batik Sumber Ide Ornamen Keraton Kasepuhan Cirebon Andini Nurdiyanti dan Muh Fakhrihun Na’am Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran Gunung Pati, Semarang andininurdiyanti16@gmail.com dan fakhri.artworker@mail.unnes.ac.id Abstract. Cirebon is a place of development of the Islamic empire, so many historical relics of the Islamic empire. One of them is found in Cirebon, namely Kasepuhan Palace. The Kasepuhan Palace is the grandest and most well preserved palace in Cirebon. In every corner of the famous palace architecture has historic significance. This palace has many kinds of ornamental ornaments. Ornaments have the potential that can be developed for human needs in the form of batik motifs on fabric. The development of this ornament emphasizes more on the representation of the forms of ornament applied to batik works in the form of Cirebon motifs. The purpose of this research and creation of artwork is to find out the process, the results and symbolic meaning of the source of batik ideas Kasepuhan Keraton Cirebon ornament. The method of this research is Research and Development the results are presented in a qualitative descriptive, with data collection methods of observation, interviews, questionnaires and documentation. The conclusions of this research are the creation of this work uses written batik with stages consisting of washing cloth, molani, nyanting, nemboki, ngobatod and nglorod. Seta used the dyeing technique. The results of creation are three handmade batik. The work is described based on aesthetic tests using elements and design principles, as well as the philosophical meaning of the batik based on the symbolic meaning contained in the developed ornaments. Ornaments used as the source of this batik idea including Slimpedan, Banteng, Bunga Kanigaran, Daun sirih, Untu walang, Kembang-kembang, Manggisan, Awan mega mendung dan Wadasan successfully developed into 3 (three) batik motifs consisting of Laras Slimpedan, Kekuwatan Bantheng, Sekar Kedaton. Keywords: Batik, ornaments, Kasepuhan Palace. Abstrak. Cirebon merupakan tempat perkembangan kesultanan Islam, sehingga banyak peninggalan bersejarah kesultanan Islam. Salah satunya peninggalan yangterdapat di Cirebon yaitu Keraton Kasepuhan. Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di Cirebon.Setiapsudut arsitektur keraton terkenal memiliki makna bersejarah. Keraton inimemiliki banyak ragam hias yang berwujud ornamen. Ornamen-ornamen memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan manusia berupa motif batik pada kain. Pengembangan ornamen ini lebih menekankan pada representasi akan bentuk bentuk ornamen yang diterapkan pada karya batik berupa motif khas cirebon. Tujuan penelitian dan penciptaan karya seni ini adalah untuk mengetahui proses penciptaan, hasil dan makna simbolik batik sumber ide ornamen Keraton Kasepuhan Cirebon.Metode penelitian ini adalah Research and Development yang hasilnya disajikan secara kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, angket dan dokument.Simpulan dari penelitian ini yaitu penciptaan karya ini menggunakan batik tulis yang terdiri dari tahap mencuci kain, molani, nyanting, nemboki, ngobat dan nglorod. Seta menggunakan teknik pewaraan celup. Hasil karya yang dibuat sebanyak tiga karya batik tulis. Karya dideskripsikan berdasarkan uji estetika menggunakan unsur dan prinsip desain, serta makna filosofis pada batik tersebut berdarkan makna simbolis yang terkandung pada ornamen yang dikembangkan tersebut. Ornamen yang dijadikan sumber ide batik ini diantaranya Slimpedan, Banteng, Bunga Kanigaran, Daun sirih, Untu walang, Kembang-kembang, Manggisan, Awan mega mendung dan Wadasan berhasil dikembangkan menjadi 3 (tiga) motif batik yaitu terdiri dari Laras Slimpedan, Kekuwatan Bantheng, Sekar Kedaton. Kata Kunci: Batik, ornamen, Keraton Kasepuhan.