Candy, et al, Perbandingan Komplikasi dan Keluaran antara Persalinan Pervaginam dan Seksio..... Perbandingan Komplikasi dan Keluaran antara Persalinan Pervaginam dan Seksio Sesaria pada Ibu dengan Riwayat Seksio Sesaria di RSD dr. Soebandi Jember (Comparison of Complications and Outcomes between Vaginal Delivery and Cesarean Section in Women with Previous Cesarean Section in dr. Soebandi Jember Hospital) Gilang Vigorous Akbar Eka Candy, Dita Diana Parti, Rosita Dewi Fakultas Kedokteran, Universitas Jember Jl. Kalimantan 37, Jember 68121 email: dita.fk@unej.ac.id Abstract Abstrak e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol. 6 (no. 3), September 2018 403 The number of cesarean section in Indonesia is 9,8% and approaching cesarean limit suggested by WHO which is 10%. The most common reason for cesarean section is prior cesarean. Cesarean section has higher maternal mortality risk compared to vaginal delivery. Vaginal delivery with prior cesarean has higher complication risk compared to cesarean section. Maternal complications and neonatal outcomes are important to decide delivery methods. Maternal complications that can be compared are postpartum infection, postpartum hemorrhage, and uterine rupture. Neonatal outcomes that can be compared are APGAR score and neonatal birth injury. This study aimed to compare maternal complications and neonatal outcomes between vaginal delivery and cesarean section in women with prior cesarean section. There was a significant difference in the incidence of postpartum infection (p=0.01) and neonatal birth injury (p=0.05). There was no significant difference in APGAR score and the incidence of postpartum hemorrhage. There was no uterine rupture observed. In conclusion, vaginal delivery is a viable option for pregnant woman with prior cesarean. Keywords: vaginal delivery, cesarean section, maternal complications, neonatal outcomes Angka persalinan seksio sesaria di Indonesia adalah 9,8% dan mendekati batas yang disarankan WHO yaitu 10%. Alasan terbanyak dilakukannya seksio sesaria adalah adanya riwayat seksio sesaria. Seksio sesaria memiliki risiko kematian ibu lebih tinggi daripada persalinan pervaginam. Persalinan pervaginam memiliki risiko komplikasi lebih tinggi daripada seksio sesaria. Komplikasi pada ibu dan keluaran pada bayi adalah hal yang harus dipertimbangkan dalam perbandingan cara persalinan. Keluaran pada bayi yang dapat dibandingkan antara lain APGAR score dan trauma bayi akibat persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komplikasi pada ibu dan keluaran pada bayi antara persalinan pervaginam dan seksio sesaria pada ibu dengan riwayat seksio sesaria. Komplikasi pada ibu antara lain infeksi pasca persalinan, perdarahan pasca persalinan, dan ruptur uterus. Keluaran pada bayi antara lain APGAR score dan trauma bayi akibat persalinan. Terdapat perbedaan signifikan angka kejadian infeksi pasca persalinan (p=0.01) dan trauma bayi akibat persalinan (p=0.05). Tidak terdapat perbedaan signifikan APGAR score dan angka kejadian perdarahan pasca persalinan. Tidak ditemukan kejadian ruptur uterus selama observasi. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa persalinan pervaginam adalah cara persalinan yang layak bagi ibu dengan riwayat seksio sesaria. Kata kunci: persalinan pervaginam, seksio sesaria, komplikasi pada ibu, keluaran pada bayi