p-issn: 1907-5286, e- issn: 2722-5682 Volume 9, No. 1 | Februari 2021 23 ETIKA PROFESI DAN PROFESIONALISME BAGI ARSITEK DALAM BERKARYA Frysa Wiriantari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Dwijendra frysa@undwi.ac.id Abstrak Perkembangan dunia rancang bangun, mensyaratkan bagi para arsitek untuk terus berkompetisi dengan tetap berlandaskan etika dan kode etik professional. Ditengah tuntutan kepentingan berbagai pihak arsitek harus tetap berjalan di aturan dan tetap memberikan “kepuasa” secara maksimal bagi semua pihak. Penelitian ini bertujua untuk memberikan pemahaman bagaimana etika profesi Arsitek harus tetap bisa diakui dalam gelanggang pembangunan yang penuh kepentingan. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data skunder berupa melalui studi litelatur. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa etika berprofesi akan sangat tergantung dari penilaian subjektif masing masing individu. Etika akan memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap profesi dan apa yang telah arsitek lakukan. Menjaga moral sebagai seorang arsitek untuk tetap diakui oleh masyarakat adalah bagian dari etika yang harus dipertahankan. Dan dalam perspektif etika profesi, arsitek diminta untuk bisa bersikap menghindari konflik kepentingan. Ketika, nilai-nilai yang menjadi dasar bagi para pelaku pembangunan berbeda- beda, maka etika menjadi relatif. Kata kunci : etika, profesi, konflik kepentingan. Abstract The development of the design world requires that architects continue to compete by staying grounded in ethics and professional code of ethics. Amid the demands of the interests of various parties the architect must continue to run in the rules and continue to provide "maximum" to all parties. This research aims to provide an understanding of how the professional ethics of architects must be recognized in the arena of development that is full of interests. The method used in this research is to use secondary data in the form of literature studies. From the results of the study found that professional ethics will depend on the subjective assessment of each individual. Ethics will provide recognition and appreciation for the profession and what architects have done. Maintaining morals as an architect to remain recognized by the community is part of the ethics that must be maintained. And in the perspective of professional ethics, architects are asked to be able to avoid conflicts of interest. When the values on which development actors are based differ, ethics becomes relative. Keywords: ethics, profession, conflict of interest. 1. PENDAHULUAN Sebagai negara yang sedang berkembang, pertumbuhan rancang bangun di Indonesia berlangsung pesat, tumbuhnya kawasan-kawasan industri, perumahan, perdagangan, wisata dan budaya serta gedung-gedung sebagai produk rancang bangun tidak lepas dari peran para arsitek sebagai pengagasnya. Apabila kita cermati fenomena yang berkembang saat ini di masyarakat, baik buruknya perkembangan kota dan