JURNAL TEKNIK ITS Vol. 9, No. 2 (2020) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D72 AbstrakDemi mewujudkan perkembangan ekonomi, Pemerintah Indonesia membangun jalan tol Balikpapan Samarinda sepanjang 97,99 km. Tanah dasar pada lokasi proyek jalan tol Balikpapan Samarinda tersebut cenderung merupakan tanah keras. Namun, pada lokasi tertentu terdapat tanah lunak dengan kedalaman yang cukup dalam mencapai 22,5 m s/d 24 m yaitu pada STA 9+550 s/d STA 9+850. Pada STA 9+550 s/d STA 9+850 ini akan dilakukan pekerjaan penimbunan jalan dengan ketinggian timbunan 5 8 m. Dalam tugas akhir ini direncanakan dua alternatif material timbunan, yaitu material tanah dan material EPS geofoam. Untuk timbunan tanah dilakukan perbaikan tanah dengan metode preloading yang dikombinasikan dengan PVD. Pada timbunan tanah juga diperlukan perkuatan agar timbunan tidak mengalami kelongsoran. Terdapat dua alternatif perkuatan yang digunakan pada tugas akhir ini, yaitu geotextile dan micropile. Dari hasil analisis dapat diketahui kebutuhan setiap material sehingga dapat dihitung total biaya untuk setiap alternatif. Kemudian dapat dipilih alternatif yang paling ekonomis yaitu alternatif timbunan tanah yang dikombinasikan dengan PVD dengan digunakan perkuatan tanah geotextile. Kata KunciEPS Geofoam, Geotextile, Jalan Tol Balikpapan- Samarinda, Micropile, PVD I. PENDAHULUAN EMI meningkatkan kelancaran mobilisasi barang dan jasa dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Indonesia melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan tol yang menghubungkan kota Balikpapan dan Samarinda sepanjang 97,99 km. Gambar 1 menunjukkan lokasi jalan tol Balikpapan-Samarinda. Dengan adanya jalan tol ini waktu tempuh yang dibutuhkan antara Balikpapan dan Samarinda menjadi lebih singkat dari sebelumnya 3 (tiga) jam menjadi hanya 1 (satu) jam. Pembangunan jalan tol Balikpapan Samarinda ruas Palaran Samarinda berada di lokasi dengan kondisi tanah yang bervariasi. Di beberapa tempat tanah dasarnya bersifat keras, namun di beberapa tempat juga terdapat tanah dasar yang bersifat lempung lunak dengan kedalaman yang cukup dalam seperti pada STA 9+550 s/d STA 9+850 dengan kedalaman tanah lunak hingga 22,5 24 meter seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 2. Stratigrafi Tanah Dasar Jalan Tol Balikpapan Samarinda. Pada STA 9+550 s/d STA 9+850 akan dilakukan pekerjaan penimbunan dengan tinggi timbunan berkisar dari 5 8 m. Terdapat dua alternatif material timbunan yang direncanakan, yaitu material tanah dan EPS geofoam. EPS geofoam dipilih karena sangat ringan dengan berat jenis 10- 100 kg/m 3 . Sedangkan timbunan tanah merupakan material yang sudah umum digunakan di Indonesia, namun timbunan tanah memiliki berat jenis yang besar yang akan mengakibatkan pemampatan yang besar pula apabila ketinggian timbunan mencapai 8 m pada lapisan tanah lunak yang dalam. Pemampatan yang besar dan lama dikhawatirkan akan menyebabkan terjadi differential settlement yang dapat menyebabkan kerusakan pada jalan tol. Oleh karena itu, akan dilakukan pemasangan PVD guna menghilangkan pemampatan dengan cara mempercepat waktu pemampatan. Beban timbunan tanah yang besar dikhawatirkan juga akan mengakibatkan tanah dasar di bawahnya tidak kuat menahan beban timbunan. Oleh karena itu, perlu direncanakan perkuatan tanah guna menghindari terjadinya kelongsoran. Perkuatan yang direncanakan ialah metode micropile dan geotextile. Perencanaan Timbunan dan Perbaikan Tanah Dasar pada Proyek Jalan Tol Balikpapan Samarinda STA 9+550 s/d STA 9+850 Savira Sanya Kirana Aswanda, Suwarno, dan Putu Tantri Kumala Sari Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember e-mail: soewarno@ce.its.ac.id D (Sumber: https://www.google.com/maps) Gambar 1. Lokasi Jalan Tol Balikpapan Samarinda.