Intan Puspitasari, Esti Margiyanti Utami : Analisis Abnormal Return Pada Saham Bank Panin Syariah Tahun 2014 di Bursa Efek Indonesia (IDX) Volume 12, No.1 Januari 2016 – SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis ANALISIS ABNORMAL RETURN PADA SAHAM BANK PANIN SYARIAH TAHUN 2014 DI BURSA EFEK INDONESIA (IDX) Intan Puspitasari, Esti Margiyanti Utami Intanps.msc@gmail.com Universitas Muhammadiyah Purworejo Abstrak Pasar modal yang baik menggambarkan harga dan return sekuritas dalam pasar tersebut berada dalam keseimbangan. Kondisi pasar yang seimbang ditunjukkan dari keadaan pasar yang seimbang. Dalam penelitian ini diproksikan dengan nilai Abnormal Return. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Return saham Bank Panin Syariah di Bursa Efek Indonesia (IDX) dan untuk menganalisis Abnormal Return Saham Bank Panin Syariah di Bursa Efek Indonesia (IDX). Pengujian Hipotesis penelitian ini adalah untuk menguji Return Tak Normal (Abnormal Return/AR) yang menggunakan 3 model, yaitu Mean-adjusted Return, Market- adjusted Return dan Market Model Return. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada semua periode pengamatan dengan menggunakan ketiga model diperoleh nilai abnormal return yang negative, artinya terjadi return yang tidak normal (Abnormal Return) pada saham Bank Panin Syariah. Nilai Anormal Return yang negative menunjukkakan bahwa harga saham Bank Panin Syariah mengalami kenaikan dibandingkan periode yang lalu. Kata-kata kunci: Anormal Return, Mean-adjusted Return, Market-adjusted Return dan Market Model Return. PENDAHULUAN Pasar modal yang baik menggambarkan harga dan return sekuritas dalam pasar tersebut berada dalam keseimbangan. Kondisi pasar yang seimbang ditunjukkan dari keadaan pasar yang efisien. Dari sudut pandang investasi, efisiensi diartikan bahwa harga pasar yang terbentuk sudah mencerminkan semua informasi yang relevan, sehingga tidak ada seorang investorpun yang dapat memperoleh keuntungan di atas normal. Artinya jika pasar efisien dan semua informasi bisa diakses secara mudah dan dengan biaya yang murah oleh semua pihak di pasar, maka harga yang terbentuk adalah harga keseimbangan, sehingga tidak seorang