ENLARGEMENT OF Wallago leeri WITH FISH MEAL COMBINATION By Evi Rianti 1) , Usman M.Tang 2) , danIskandar Putra 2) Laboratory Aquaculture of Technology Fisheries and Marine Science Faculty Riau University Email : evirianti20@yahoo.com ABSTRACT This research was conducted from February to April 2014, for 60 days in experiment pondof Fisheries Faculty and Marine Sciences, University of RiauPekanbaru.The aims of the research was todetermine the effect of fish meal combinations on the growth and survival of Wallago leerireared in ponds.The Method used was experiment with3 treatments and 3 replications. The treatments wereP 1 = 25% fish trash + 75% pellet, P 2 = 50% fish trash + 50% pellet, P 3 = 75% fishtrash + 25% pellet.The best result was treatmentP 3 with absolute growth weights (11,23 g), absolute growth length (4,50 cm), daily growth rate (0,34%) and survival rate 90 %. Key words : Wallago leeri,fish meal combination, fish trash and pellet. 1) Student of Faculty of Fisheries and marine science, Riau University 2) Lecturer of Faculty of Fisheries and marine science, Riau University PENDAHULUAN Masyarakat Riau sangat menggemari ikan air tawar karena memiliki rasa yang enak dan gurih serta nilai gizi yang tinggi. Salah satujenisikan air tawar yang digemari di Provinsi Riau adalahikantapah (Wallagosp) denganukuran yang besar (mencapaipanjang 1,5 m danberat 35 kg). Ikaninimempunyainilaiekonomistingg idanberpotensicukupbesaruntukdikem bangkansebagaiikanbudidaya(Yurism an, Sukendidan Putra, 2010). Permintaan ikan tapah segar dipasaran saat ini cukup tinggi, berkisar antara Rp. 70.000/kg sampai 100.000/kg (Wicaksono, 2013).Oleh karena itu, ikan tapah ditangkap dari berbagai ukuran (dari kecil sampai ukuran besar). Terjadinya penangkapan yang kurang terkontrol dan terus menerus,dikhawatirkan pada suatu saat nanti akan menyebabkan kepunahan spesies tersebut. Effizon (1996) mengatakanbahwaikantapahbanyakdij umpai di daerahMentulik, LanggamdandanauBakuok.Hal inidisebabkanbahwaikaninimenyukai hiduppadadasarperairan yang berlumpur, tanahliatdanbercampurpasir, karena banyaktersediamakanan, ketersediaantajuk- tajukpeneduhdisepanjanglokasiini yang dapatmeningkatkanjumlah invertebrate darat yang jatuhkeperairansebagaimakananikan. Kebiasaan makan ikan tapah menurut Sari (2014), adalah bersifat karnivora, yaitu ikan yang memakan ikan kecil-kecil dihabitat aslinya dan memiliki gigi yang sangat tajam, ikan ini tergolong ikan demersal yang menghabiskan seluruh aktivitasnya dan mendapatkan makanan didasar