1 GROWTH AND SURVIVAL RATE OF GIANT PRAWNS (Macrobrachium rosenbergii De Man) ON DIFFERENT STOCKING DENSITY By Novri Iswandi 1) , Rusliadi 2) and Iskandar Putra 2) Laboratory Aquaculture of Technology Fisheries and Marine Sciene Faculty Riau University Email: Novriiswandi7@yahoo.com ABSTRACT The research was conducted for 30 days from september to october 2014 which was held at the Great Hall of Freshwater Aquaculture Sukabumi, West Java Province. The aim of this research was to determine the different stocking densities for growth and survival rate of Giant prawns (Macrobrachium rosenbergii De Man). The method used is the experimental method with completely randomized design (CRD) of the factor with 3 levels of treatment. The treatment were applied, namely P1 of 40 tail/m 2 , P2 of 60 tail/m 2 , P3 of 80 tail/m 2 . The best results showed that stocking density of40 tail/m 2 . Total absolute body weight, absolute body length, daily growth rate and survival rate was 5,5 grams, 2,65 cm, 2,25 %/day and 92,5 % respectively.Water quality parameters were recorded namely temperature is 24-26ยบ C, pH 6- 7,5 and dissolved oxygen (DO) from 4,3 to 4,8 ppm / l . Keywords: Giant prawns, stocking density, tokolan, growth 1)StudentFacultyofFisheries andMarineSciences, Riau University 2) Lectures Facultyof Fisheries and MarineSciences, Riau University PENDAHULUAN Udang galah merupakan salah satu komoditas air tawar yang sangat potensial karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Potensi udang galah sebagai komoditas ekspor sudah dikembangkan sejak tahun 1970-an. Udang galah telah menjadi komoditas perikanan yang banyak diminati konsumen lokal maupun mancanegara. Permintaan udang galah oleh konsumen lokal mencapai 10.500 ton/tahun, sedangkan konsumen di luar negeri seperti Brunei Darussalam mencapai 6-8 ton/bulan (Purbani, 2006). Udang galah memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu komoditas perikanan di Indonesia.Hal ini dapatdilihat dari jumlah produksi udang galah secara nasional yang terus meningkat, jumlah produksi udang galah pada tahun 2004 sebesar 290 ton, pada tahun 2005 sebesar 1029 ton dan pada tahun 2006 sebesar 1349 ton (Depertemen Kelautan dan Perikanan 2008). Budidaya udang galah mengalami perkembangan yang cukup pesat, khususnya pada sektor pembesaran. Namun demikian, pada kondisi lapangan masih sering muncul berbagai kendala yang disebabkan belum tersosialisasikan sistem budidaya dan kurangnya penguasaan teknologi spesifik dalam budidaya udang galah. Upaya peningkatan produktivitas dalam usaha budidaya udang galah dapat dilakukan