Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1, No. 5 Oktober 2021, Hal. 227-232 DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpmi.52 P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 227 Pelatihan Komputer Akutansi Desa dengan Aplikasi Keuangan Desa (Siskuedes) untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Cipto Wardoyo* 1 , Slamet Fauzan 2 , Rizky Firmansyah 3 , Noor Faresi Putra 4 1,2 Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Indonesia 3,4 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Indonesia *e-mail: cipto.wardoyo.fe@um.ac.id 1 , slamet.fauzan.fe@um.ac.id 2 , rizky.firmansyah.fe@um.ac.id 3 , noor.faresi.1904226@students.um.ac.id 4 Abstrak Penerbitan Undang-Undang Nomor 6 tentang Desa Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Nomor 113 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa telah menarik perhatian publik. Mengingat dana langsung pemerintah ke desa mencapai 10% dari total anggaran pendapatan dan belanja negara, tentu diperlukan sistem akuntabilitas yang jelas. Adanya aplikasi SISKEUDES yang dibangun oleh BPKP bersama Kementrian Dalam Negeri yang didistribusikan ke desa-desa di seluruh Indonesia secara gratis melalui pemerintah kabupaten/kota, diharapkan mampu mempermudah pengelolaan keuangan desa dengan tujuan sebagai upaya mengawal transparansi pengelolaan dana desa. Hal ini menarik perhatian dunia pendidikan, khususnya SMK yang memasukkan materi pembelajaran akuntansi desa berbasis IT pada tahun ajaran 2019/2020 sesuai Kurikulum 2013. Kegiatan pengabdian ini bermaksud untuk menjembatani demi meningkatkan pemantapan wawasam dan profesionalitas guru akuntansi SMK se-Kota Malang terhadap sistem keuangan desa serta pengoprasian sistem aplikasi siskeudes. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pelatihan dan pengajaran aplikasi sistem keuangan desa. Hasil pengabdian ini adalah guru akuntansi di MGMP Akuntansi Kota Malang menjadi lebih meningkat kompetensi profesionalnya dalam mengajar komputer akuntansi desa. Hal ini dilihat dari antusias peserta dalam menyelesaikan modul komputer akuntansi desa. Selain itu juga dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata peserta dari nilai pre test sebesar 5,5 menjadi rata-rata 6,7. Selepas adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan apa yang telah diajarkan pendidik berhasil dipahami dengan lancar oleh peserta didik yang outputnya dapat melahirkan lulusan peserta didik yang kompeten dalam mengambil peran penting yakni menjadi operator dalam mengoprasikan aplikasi siskeudes. Kata kunci: Akuntansi Desa, Aplikasi Siskuedes, Profesionalitas Guru Abstract The issuance of Law Number 6 concerning Villages of 2014 and Ministerial Regulation Number 113 concerning Village Financial Management has attracted public attention. Given that direct government funds to villages reach 10% of the total state budget for revenues and expenditures, a clear accountability system is needed. The existence of the SISKEUDES application, which was built by BPKP together with the Ministry of Home Affairs, which is distributed to villages throughout Indonesia for free through district/city governments, is expected to facilitate village financial management with the aim of overseeing the transparency of village fund management. This has attracted the attention of the education world, especially SMKs that include IT-based village accounting learning materials in the 2019/2020 academic year according to the 2013 Curriculum. This service activity intends to bridge the gap in order to improve the insight and professionalism of SMK accounting teachers in Malang City towards the village financial system and the operation of the siskeudes application system. The method used in this activity is training and teaching the application of the village financial system. The result of this service is that accounting teachers at the Malang City Accounting MGMP have further increased their professional competence in teaching village accounting computers. This can be seen from the enthusiasm of the participants in completing the village accounting computer module. In addition, it can also be seen from the increase in the average score of participants from the pre-test score of 5.5 to an average of 6.7. After this service activity, it is hoped that what has been taught by educators can be successfully understood by students whose outputs can give birth to graduates of students who are competent in taking an important role, namely being an operator in operating the siskeudes application. Keywords: Village Accounting, Siskuedes Application, Teacher Professionalism