Phinisi Integration Review Vol. 4, No.2, Juni 2021 Hal 249-258 Website: http://ojs.unm.ac.id/pir p-ISSN: 2614-2325 dan e-ISSN: 2614-2317 DOI: https://doi.org/10.26858/pir.v4i2.21548 249 Resolusi Konflik Terhadap Pesta Demokrasi (Analisis Sosio-Politik Pemilihan Kepala Daerah di Bulukumba) St. Haniah 1 , Sam’un Mukramin 2 12 Sosiologi, Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia 1 Email: haniah@unismuh.ac.id Abstrak. Pilkada selalu mengalami kompleksitas permasalahan yang berujung pada konflik sosial berkepanjangan tanpa evaluasi yang masif untuk meminimalisirnya. Tak sedikit pula yang terjadi, yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat dan instansi pemerintah yang turut serta dalam kontes tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan penyelesaian konflik di Kabupaten Bulukumba akibat pesta demokrasi Pilkada. Metode penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan keabsahan data. Diantara resolusi konflik yang dirumuskan, yaitu: a) kearifan lokal merupakan lokomotif perdamaian untuk meminimalisir konflik sosial yang berujung pada disintegrasi sosial. Tahap implementasi merupakan kesadaran kolektif yang dibangun oleh masyarakat setempat sendiri sebagai bangunan esensial bagi nilai dan norma yang ada, b) Adaptasi peran dan fungsi kelembagaan dalam mendobrak dan menerapkan aturan merupakan keunggulan potensial sebagai fungsi laten dan fungsi nyata. dalam mencegah konflik sosial yang akan terjadi, baik aspek mikro maupun makro yang mengarah pada gerakan preventif, persuasif dan peran represif, dan c) Untuk menekan perilaku menyimpang selama proses pesta demokrasi, politik uang harus dihentikan dan dihindari dengan adanya hubungan asosiatif. antara masyarakat dan nilai-nilai kearifan lokal dengan pemerintah melalui peran dan fungsi yang adaptif. Lembaga sosial yang berwenang. Kata Kunci: Konflik, Resolusi, Demokrasi Abstract. Elections for Regional Heads always experience the complexity of problems that lead to prolonged social conflicts without massive evaluation to minimize them. Not a few also happened, which involved various society and government institutions that participated in the contest. The research objective was to analyze and find the resolution of conflicts in Bulukumba Regency due to the democratic party of the Regional Head General Election. The research method is presented in a descriptive qualitative form with a case study approach. Primary and secondary data sources with data collection techniques, observation, interviews, and documentation. The analysis was data carried out through reduction, presentation, verification, and conclusions based on the data's validity. Among the conflict resolutions formulated, namely: a) local wisdom is the locomotive of peace to minimize social conflicts that lead to social disintegration. The implementation stage is a collective awareness built by the local community itself as an essential building for existing values and norms, b) The adaptation roles and of institutional functions in breaking down and applying rules is a potential superior as a latent function and a real function in preventing social conflicts that will occur, both micro and macro aspects that lead to movements preventive, persuasive and repressive role, and c) To suppress behavior deviant during the democratic party process, money politics must be stopped and avoided by the