33 Sumiati, Mahmuda, Sukarman, Siswa Indra : PENGARUH FOAM AGENT DAN POLYCARBOXYLATE TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN STRUKTURAL PENGARUH FOAM AGENT DAN POLYCARBOXYLATE TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN STRUKTURAL Sumiati, Mahmuda, Sukarman, Siswa Indra Teknik Sipil Politeknik Negeri Sriwijaya Jl.Srijaya Negara Bukit Besar Palembang, Indonesia e_mail : sumiati@polsri.ac.id Abstrak — Beton mempunyai kuat tekan yang rendah dan tidak sebanding dengan beratnya. Kuat tekan beton ringan sebanding dengan density nya, di mana semakin tinggi kuat tekan beton, maka semakin tinggi density nya dan sebaliknya. Beton ringan dapat dibuat dengan mengganti agregatnya dengan agregat ringan atau dengan membuat foam pada campuran mortarnya. Penelitian ini akan menggunakan pecahan batu bata sebagai agregat kasar untuk mengurangi berat beton ringan dan mengganti sebagian pasir dengan abubatu, sehingga akan didapat suatu gradasi agregat gabungan berdasarkan SNI 03-2834-1993. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari pada benda uji ber diameter ± 15 cm dan tinggi ± 30 cm, sebanyak 60 sampel. Foaming agent yang ditambahkan bervariasi 0-3,5% dari berat air dan Polycarboxylate Ether bervariasi 0,5%-1,5% terhadap berat semen. Penggunaan foaming agent sangat berpengaruh terhadap kuat tekan, berat jenis dan porositas beton ringan. Kuat tekan beton ringan struktural >17,42 MPa didapatkan pada penambahan foaming agent sebesar 0,5% dan 1,5 % serta Polycarboxylate sebesar 0%. Sedangkan jika menggunakan Polycarboxylate sebesar 0,5% dan Foaming agent bervariasi 1,5%; 2,5% dan 3,5% akan didapatkan kuat tekan >21,67 MPa serta berat jenis yang memenuhi persyaratan sebagai beton ringan struktural (SNI 03-3449-2002). Kata kunci : Foam, Polycarboxylate, beton Ringan, Kuat Tekan. Abstract — Concrete has a low compressive strength and is not proportional to its weight. The compressive strength of lightweight concrete is proportional to its density, where the higher the compressive strength of concrete, the higher its density and vice versa. Lightweight concrete can be made by replacing the aggregate with a lightweight aggregate or by making foam in the mortar mixture.This study will use brick fragments as coarse aggregates to reduce the weight of lightweight concrete and replace some sand with fly ashes, so that a aggregate gradation will be obtained based on SNI 03-2834-1993. Compressive strength testing was carried out at 28 days on specimens with a diameter of ± 15 cm and height of ± 30 cm, as many as 60 samples. The added of foaming agent varies from 0-3.5% by weight of water and the variety of Polycarboxylate Ether adding is from 0.5% to 1.5% by weight of cement.The use of foaming agents greatly affects the compressive strength, specific gravity and porosity of lightweight concrete. Compressive strength of structural lightweight concrete >17.42 MPa was obtained by foaming agents adding of 0.5% and 1.5% and Polycarboxylate of 0%. Whereas if using Polycarboxylate is 0.5% and Foaming agent varies 1.5%; 2.5% and 3.5% will be obtained compressive strength >21.67 MPa and specific gravity that eligible for structural lightweight concrete (SNI 03-3449-2002). Keywords: Foam, Polycarboxylate, lightweight concrete, Compressive strength. I. PENDAHULUAN Beton adalah suatu massa yang terdiri dari agregat yang dicampur menjadi satu dengan suatu pasta yang terbuat dari semen dan air membentuk suatu massa mirip batuan. Beton mempunyai kelemahan yaitu rendahnya kekuatan per satuan berat dari beton yaitu berkisar 2300 kg/m³, hal ini akan sangat berpengaruh pada struktur-struktur bentang-panjang, di mana berat beban mati beton yang besar akan sangat mempengaruhi momen lentur dan struktur tahan gempa. Kuat tekan beton ringan sebanding dengan berat jenis/density nya dan berbanding terbalik dengan porositasnya, dimana semakin tinggi kuat tekan beton, maka semakin tinggi berat jenisnya namun porositasnya semakin rendah. Beton ringan struktural pada umumnya mempunyai berat jenis/density antara 1440 kg/m³-1850 kg/m³ dan kuat tekan pada umur 28