Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 04 No. 02, Maret 2020 ISSN : 2528-2190 E-ISSN : 2716-0149 411 PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA DENGAN SOFTWARE AKUNTANSI BERBASIS MICROSOFT EXCEL PADA PERUSAHAAN CLOTHING “DOBUJACK” KOTA BANDUNG Dodi Supriyanto dodi.supriyanto@ekuitas.ac.id Rukanda Ahmad Sulanjana rd.akhmadsl@gmail.com Iwan Mulyana mulyanaku@gmail.com SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI EKUITAS ABSTRAK Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui mengenai proses penerapan manajemen keuangan dalam hal penyajian laporan keuangan perusahaan industri perorangan yang bernama Dobujack. Penyajian laporan keuangan selama ini tidak menggunakan standar akuntansi.Yang terjadi hanya pencatatan keluar-masuk kas dari hasil penjualan. Untuk itu perusahaan ini perlu diberikan pendampingan dan pelatihan sistem penyajian laporan keuangan sederhana sesuai dengan standar akuntansi. Metode pendampingan dan pelatihan ini dilakukan dengan cara terlebih dahulu dibuatkan sistem laporan keuangan berbasis Microsoft excel. Guna memberikan hasil yang maksimal, maka pendampingan dan pelatihan dilakukan secara berkesinambungan dalam waktu 1 (satu) bulan. Dari hasil kegiatan pengabdian, perusahaan ini belum optimal dalam menggunakan sistem yang disediakan. Sehingga perlu dilakukan kembali pendampingan secara intensif. Kata kunci: Akuntansi Berbasis Microsoft Excel, Laporan keuangan, Penyajian Laporan. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 1. PENDAHULUAN Dalam era digital yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku usaha yang ingin memenangkan persaingan, maka harus lebih kreatif dan inovatif dalam pengembangan produknya sesuai dengan kebutuhan konsumen. Di samping itu, perlu adanya sistem informasi manajemen yang meliputi manajemen keuangan. Kemampuan untuk mengambil keputusan, proses pengambilan keputusan akan berdampak pada manajemen tingkat atas dalam organisasi bisnis. Menurut McLeod (1996) dalam Management Information System a Study of Computer menyatakan, perusahaan tidak lagi bersaing dalam satu wilayah tetapi sudah bersaing pada level global. Dampak dari persaingan global ini, maka perlu adanya pengembangan sistem dan jaringan. Tentu saja, pengadaan insfrastrukturnya tidaklah murah, tetapi dalam jangka panjang bisa lebih efisien dalam operasional perusahaan. Lebih jauh lagi,