Pengaruh Profitabilitas, Dewan …. (Cahyadi, Purwanti & Mardiati) 99 PENGARUH PROFITABILITAS, DEWAN KOMISARIS, KOMISARIS INDEPENDEN DAN RISIKO IDIOSINKRATIS TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO Rino Tam Cahyadi, Lilik Purwanti & Endang Mardiati Universitas Brawijaya, Indonesia Email: rhinotamcahyadi@gmail.com Abstrak: Pengaruh Profitabilitas, Dewan Komisaris, Komisaris Independen dan Risiko Idiosinkratis Terhadap Dividend Payout Ratio. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung profitabilitas, dewan komisaris, komisaris independen, dan risiko idiosinkratis terhadap Dividend Payout Ratio (DPR). Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dan analisis data menggunakan regresi data panel dengan model common effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap DPR, komisaris independen berpengaruh negatif terhadap DPR, sementara dewan komisaris dan risiko idiosinkratis tidak memiliki pengaruh terhadap DPR. Kata Kunci: profitabilitas, Dewan Komisaris, Komisaris Independen, risiko idiosinkratis, Dividend Payout Ratio Abstract: The Influence of Profitability, Board of Commissioners, Independent Commissioners, and Idiosyncratic Risk on Dividend Payout Ratio. This study aimed to empirically assess the influence of company’s profitability, commissioners, independent commissioners, and idiosyncratic risk on Dividend Payout Ratio (DPR). Samples were selected by using purposive sampling method and this research utilize panel data regression with common effect model to analyze the data. This study found that, profitability had a significantly positive influence on DPR, independent commissioners had a significantly negative influence on DPR; and board of commissioners and idiosyncratic risk had no influence on DPR. Keywords: profitability, board of commissioners, independent commissioners, idiosyncratic risks, dividend payout ratio PENDAHULUAN Bursa Efek Indonesia memiliki beberapa indeks harga saham salah satunya adalah indeks LQ45. Indeks LQ45 adalah kumpulan dari 45 emiten terbesar yang diukur melalui pertimbangan ukuran likuiditas dan pangsa pasar (Harahap, 2015:312). Perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi dan masuk dalam indeks LQ45 seharusnya membagikan dividen secara rutin. Namun secara fakta, tidak semua perusahaan dalam kategori LQ45 membagikan return dalam bentuk dividen secara rutin. Peneliti menemukan ada beberapa emiten LQ45 yang tidak membagikan dividennya secara rutin yaitu emiten AALI tidak membagikan dividen pada tahun 2015, emiten ADHI tidak membagikan dividen pada tahun 2016, emiten ANTM tidak membagikan dividen pada tahun 2014 sampai dengan 2016 dan lain-lain. Perusahaan LQ45 memiliki kondisi likuiditas terbaik dan memiliki pangsa pasar terbesar di antara semua emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia namun ada