17 PETATA-PETITIH MASYARAKAT MINANGKABAU DI NAGARI KOTO BARU KECAMATAN KUBUNG KABUPATEN SOLOK Oleh: Elvia Rahayu 1 , Amril Amir 2 , Hamidin 3 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Universitas Negeri Padang email: vyha_90@yahoo.com ABSTRACT The purpose of this study was to describe petatah-petitih and moral value contained in each petatah-petitih that exist in society in Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. The research data is moral value in petatah-petitihused by society in Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. The data source of this research is the source of oral, the verbal sources arepetatah-petitih spoken by people in communication. Data were collected using interviews, recording methods and methods of record. The study's findings include two things: (1) form petatah- petitih, petatah-petitih of is including oral folklore and has implied intent of petatah- petitih is presented, in order to not feel offended, (2) moral values in petatah-petitih, custom moral values can be seen through the four factors commonly called in custom, that is pasing raso, pareso, malu, and sopan. Religious moral values are moral values in Islam. Kata kunci: petata-petitih; minangkabau; bentuk; nilai moral A. Pendahuluan Perkembangan kebudayaan Nasional tentunya didukung dan ditunjang oleh aset-aset budaya yang berada di daerah-daerah, yang memiliki ciri, bentuk, dan pola yang bereda-beda. Hal ini menimbulkan keunikan kebudayaan Indonesia tersebut, karena masing-masing daerah memiliki budaya, karya sastra, dan kesenian yang memiliki ciri khas yang dapat memperkaya khasanah budaya bangsa. Di antara budaya dan karya sastra yang dapat memperkaya khasanah budaya bangsa yaitu kebudayaan masyarakat Minangkabau yang memiliki dan mempunyai falsafah hidup yang tinggi Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah kalimat falsafah ini menjadi pegangan hidup bagi masyarakat Minangkabau. Sastra lisan merupakan salah satu bentuk kebudayaan Minangkabau yang diwariskan secara lisan dan merupakan bagian dari kebudayaan yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Pewarisan sastra lisan itu dilakukan satu generasi kepada generasi berikutnya. Menurut Semi (1993:35), jenis sastra lisan yang terdapat di daerah Minangkabau adalah petatah-petitih, pituah, pantun, mantra, teka-teki, kaba dan syair. Salah satu jenis karya sastra yang sangat tinggi nilai kebergunaannya dalam kehidupan masyarakat Minangkabau adalah petatah-petitih. 1 Mahasiswa penulis skripsi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, wisuda periode Maret 2013 2 Pembimbing I, Dosen FBS Universitas Negeri Padang 3 Pembimbing II, Dosen FBS Universitas Negeri Padang